23 Antibodi Primer Untuk Penelitian Kanker Payudara dari Elabscience (bag. 1)

23 Antibodi Primer Untuk Penelitian Kanker Payudara dari Elabscience (bag. 1)

23 Antibodi Primer Untuk Penelitian Kanker Payudara

Sekilas Tentang Imunohistokimia

IHC (immunohistochemistry) atau IHK (imunohistokimia) adalah metode kini semakin umum digunakan dalam diagnosa kanker payudara. Terdapat peningkatan permintaan  antibodi untuk marker spesifik kanker payudara. Marker ini digunakan untuk menentukan jenis kanker payudara yang berbeda misalnya karsinoma in situ atau karsinoma invasif, membedakan sel normal misalnya saja sel luminal, basal dan mioepitel, pembelahan dan perkembangan penyakit.

 

Antibodi Primer Untuk Penelitian Kanker Payudara

  • Estrogen receptor alpha

ER-α adalah protein inti dengan fungsi faktor transkripsi yang bergantung pada ligan. Marker ini paling sering terdeteksi pada kanker payudara subtype luminal A dan B . Penentuan sebaran reseptor estrogen alfa (ER-α) pada sampel kanker payudara merupakan langkah awal yang penting untuk diagnosis dan evaluasi pengobatan penyakit kanker ini. Riset membuktikan bahwa sekitar 70% dari sampel kanker payudara akan memberikan sinyal pewarnaan positif untuk ER-α sehingga menjadi biomarker penting untuk diagnosis kanker payudara. 

Untuk antibodi estrogen receptor alpha, Elabscience pun mensuplai dengan kemasan Ready To Use (RTU) 1.5ml, 3 ml dan 6 ml serta concentrated yaitu 100ul dan 200ul. Silakan klik link berikut ini.

 

  • Progesterone receptor 

Marker lainnya adalah progesterone receptor. Progesterone receptor adalah marker penting pada awal dan evaluasi terjadinya kanker payudara. Progesterone receptor biasa disingkat PR saja, diinduksi oleh ER-a dan berperan penting dalam regulasi ER-a. 

Antibodi Progesterone Receptor(PR) Monoclonal Antibody dapat Anda temukan spesifikasinya disini. Tersedia dalam kemasan Ready To Use (RTU) 1.5ml, 3 ml dan 6 ml serta concentrated yaitu 100ul dan 200ul

 

  • ErbB2/HER2

ErB2/HER2 adalah marker yang digunakan dalam pemeriksaan kanker payudara. Protein ErB2/HER2 sebagai penanda gen ErB2/HER2. ErB2/HER2 merupakan faktor pertumbuhan epidermal. Kemunculan protein ErB2/HER2 yang berlebih menjadi acuan untuk diagnosis kanker payudara dan telah disetujui oleh lembaga Kesehatan Amerika (FDA). 

Saat ini tersedia antibody ErB2/HER2 baik monoclonal maupun polyclonal yang dapat ditemukan selengkapnya pada link berikut. Antibody tersebut Ready To Use (RTU), tersedia dalam kemasan 1.5ml, 3 ml dan 6 ml serta concentrated yaitu 100ul dan 200ul.

 

  • p53

p53 dikenal juga dengan protein tumor, p53 sering dijuluki dengan “the guardian of the genome” karena berperan menjaga sel dari mutasi gen akibat rusaknya DNA. Namun sel kanker sering mengandung gen p53 dalam bentuk mutan. Sekitar 80% mutan p53 ditemukan pada kanker payudara Triple Negative Breast Cancer (TNBC). TNBC merupakan sel kanker payudara yang memiliki agresivitas tinggi dibanding sel kanker payudara yang lain. TNBC ini unik dibanding dengan sel breast cancer lainnya, karena tidak mempunyai hormon estrogen receptors (ER), hormon progesterone receptors (PR), dan tidak mempunyai Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2).

Saat ini banyak penelitian mengenai ekspresi p53 khususnya untuk prognostik kanker payudara. Biasanya p53 dipakai untuk diagnostik menggunakan teknik pewarnaan Imunohistokimia (IHC). Antibody primer p53 Ready to used (RTU) yang digunakan untuk IHC dapat ditemukan di Elabscience dengan berbagai size dan konsentrasi. 

 

  • BRCA1

Mutasi gen BRCA1 adalah satu dari beberapa mutasi protein terkait kanker payudara yang paling dikenali. BRCA1 adalah gen yang paling sering bermutasi pada kanker payudara. Pasien dengan mutasi BRCA1 memiliki resiko lebih tinggi untuk perkembangan kanker payudara.

Seperti halnya p53, BRCA1 juga memiliki peran yang sangat penting dalam diagnosis dan prognosis berbagai jenis  kanker payudara. Teknik diagnosisnya yaitu dengan IHC. Antibody BRCA1 untuk IHC dapat ditemukan pada link berikut.

 

  • Epidermal growth factor receptor (EGFR)

EGFR adalah reseptor transmembran dan ekspresinya sering ditemukan pada Triple Negative Breast Cancer (TNBC) dan peradangan kanker payudara (IBC). Tingginya ekspresi EGFR berhubungan dengan peningkatan perkembangan kanker payudara yang lebih agresif, karena akan meningkatkan proliferasi sel tumor.

Deteksi kanker payudara dapat menggunakan antibodi EGFR baik monoclonal maupun polyclonal dengan teknik IHC. Antibody EGFR Elabscience dapat ditemukan dalam kemasan Ready to Used (RTU).

 

  • CK20 (cytokeratin 20) and CK7 (Cytokeratin 7)

CK7 dan CK20 adalah sitokeratin yang diekspresikan pada jaringan epitel payudara. Sitokeratin merupakan protein keratin yang ditemukan dalam sitoskeleton intracytoplasmic dari jaringan epitel. Dalam teknik IHC, perbedaan ekspresi CK7 dan CK20 menentukan jenis karsinoma, terutama karsinoma payudara. Hasil pemeriksaan IHC di kanker payudara,sekitar 80% penggunaan marker CK7 menunjukan hasil positif dan CK20 negatif.

Antibody CK7 dan CK20 dapat anda temukan dalam kemasan Ready to Used (RTU) dengan ukuran mulai 20 ul sampai dengan 100 ul dengan merk Elabscience.

 

  • APOBEC3B (apolipoprotein B mRNA editing catalytic polypeptide-like 3B)

APOBEC3B adalah protein yang mengkode gen APOBEC3B. APOBEC3B saat ini sebagai marker untuk diagnosis berbagai macam kanker salah satunya pada kanker payudara. APOBEC3B menyebabkan mutasi spesifik pada genom kanker yang disebut mutagenesis APOBEC.

Sebagai marker, antibody APOBEC3B juga dapat anda temukan di Elabscience dalam kemasan yang siap pakai atau Ready to use (RTU) dengan ukuran 60ul, 120ul dan 200ul.

 

  • Cyclin D1

Cyclin D1 adalah salah satu protein yang mengatur proses pembelahan sel dari siklus G sampai siklus S. Mutasi Cyclin D banyak ditemukan pada berbagai jenis kanker, termasuk yang banyak pada kanker payudara. Saat ini biomarker Cyclin D1 sebagai prognosis buruknya berbagai jenis kanker payudara. 

Biomarker Cyclin D1 dapat ditemukan dalam kemasan Ready to Use (RTU) untuk Aplikasi IHC maupun Western Blot dengan merk Elabscience. 

 

  • Ki67

Ki67 adalah protein yang berperan dalam pembelahan sel dan sudah umum digunakan sebagai marker proliferasi sel. Marker Ki67 digunakan dalam diagnosis kanker payudara untuk melihat tingkat proliferasi sel yang selanjutnya akan digunakan pada penentuan pengobatan endokrin.

Marker Ki67 dalam bentuk Ready to use (RTU) dari Elabscience dapat diaplikasi untuk IHC dan Immunofluorescent. 

 

  • Cyclooxygenase-2 (COX-2)

Cyclooxygenase-2 (COX-2) adalah enzim yang menghasilkan prostanoid. Prostanoid berperan dalam menimbulkan rasa nyeri dan gejala inflamasi lainnya. Hasil riset menunjukan tingginya ekspresi COX-2 memicu fenotip kanker payudara. Selain itu ada keterkaitan juga antara tingginya COX-2 pada jaringan adiposa payudara dengan perkembangan kanker pada orang obesitas.

Sehingga COX-2 menjadi salah satu marker yang dapat mendiagnosis kanker payudara. Antibody COX-2 dapat diaplikasikan dalam diagnosis kanker payudara dengan teknik IHC. Antibody COX-2 tersebut anda dapat temukan di Elabscience dalam kemasan Ready to Use (RTU).

 

  • Caveolin-1

Caveolin-1 adalah komponen penting pembentukan caveolae pada membran plasma. Caveolae berperan dalam lalu lintas signal membran, endositosis, dan lipid homeostasis. Caveolin-1 pada sel endothelium berperan dalam angiogenesis, permeabilitas mikrovaskular, dan remodelling vaskular. Selain sebagai fungsi signaling, pada sel normal Caveolin-1 berperan dalam proses patofisiologis seperti pada inflamasi, aterosklerosis, dan transformasi onkogenik.

Selain itu Caveolin-1 juga memiliki peran kunci dalam proliferasi sel, invasi, dan metastasis kanker payudara. Oleh sebab itu Caveolin-1 digunakan sebagai biomarker untuk pengobatan kanker payudara dan hasil penyakit. 

 

  • Peroxisome proliferator-activated receptor (PPAR-γ)

Peroxisome proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ or PPARG) dikenal juga sebagai NR1C3 merupakan protein yang berperan dalam pengaturan sel lemak dan metabolisme glukosa. PPAR-γ terlibat dalam patologi kanker payudara. Dan riset menunjukan PPAR-γ mendorong pertumbuhan kanker payudara, ini dilihat dari ekspresi  PPAR-γ pada pertumbuhan cell HER2 (sel endotelial kanker payudara).

Antibody monoclonal PPAR-γ dan polyclonal PPAR-γ dapat anda temukan pada link ini, tersedia juga dalam bentuk Ready to use (RTU) dari Elabscience.

 

Berikut daftar lengkap Marker untuk penelitian Kanker Payudara

NoCat. No.DescriptionSize
1PA6541Estrogen Receptor α(ER) Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
2PA6666Progesterone Receptor(PR) Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
3PA6637Her-2 Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
4E-AB-22015P53 Monoclonal Antibody120ul; 200ul
5E-AB-30669BRCA1 Polyclonal Antibody120ul; 200ul
6E-AB-22007EGFR Monoclonal Antibody120ul; 200ul
7PA6037Cytokeratin 20 Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
8E-AB-70293CK-7 Monoclonal Antibody120ul; 200ul
9E-AB-63919APOBEC3B Polyclonal Antibody60μL, 120μL, 200μL
10PA5071Cyclin D1 Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
11PA6189Ki-67 Monoclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
12E-AB-17010COX2 Polyclonal Antibody100ul; 200ul, 1.5ml, 3 ml, 6 ml
13-Caveolin-1-
14E-AB-60059PPAR gamma Polyclonal Antibody60μL, 120μL, 200μL
15E-AB-70354 PPARG Monoclonal Antibody60μL, 120μL, 200μL


Sumber

 

SLOT ONLINE JOKER123 JUDI BOLA SLOT GACOR