Infeksi Patogen dalam Transplantasi dan Penanggulangan
Beberapa infeksi patogen yang berhubungan dengan transplantasi allograft pada resipien telah banyak dilaporkan dalam kasus klinis. Infeksi ditransmisikan dari organ atau jaringan donor ke resipien. Risiko infeksi patogen dalam transplantasi hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti karena kejadian disebabkan oleh banyak faktor. Bahkan untuk patogen yang telah diidentifikasi, masih sangat sedikit data yang mampu menggambarkan karakteristik mikroba patogen tersebut. Penilaian prospektif risiko infeksi diperumit oleh bermacam patogen potensial dengan masih terbatasnya teknologi untuk deteksi. Setiap infeksi perlu dibedakan satu dengan lainnya, termasuk infeksi nosokomial dan infeksi selama handling organ atau jaringan.
Dalam upaya mencegah infeksi dari donor, organ dan jaringan harus dievaluasi untuk mengidentifikasi kandungan patogen yang dapat ditularkan. Protokol evaluasi donor saat ini bergantung pada peninjauan riwayat epidemiologis dan klinis donor dengan metode skrining donor. Metode skrining donor meliputi evaluasi riwayat medis, pemeriksaan fisik dan evaluasi faktor risiko. Pengujian donor mencakup data kultur mikroba donor yang berasal dari darah, urin, dahak dan lainnya serta uji serologis misalnya, antibodi terhadap HIV, HBV, HCV dan sebagainya.
Identifikasi kesenjangan pengetahuan tentang penularan penyakit dalam transplantasi dapat memfasilitasi pengembangan penelitian untuk bidang ini. Konfirmasi kemungkinan infeksi dari donor ke resipien seringkali belum dapat dipastikan. Adanya imunokompetensi resipien dan konsumsi rutin profilaksis obat antimikroba, penularan penyakit tampaknya dapat diminimalisir. Namun faktanya, menghadapi infeksi resipien seringkali sulit untuk menentukan apakah infeksi berasal dari donor, resipien, nosokomial, atau disebabkan oleh kontaminasi allograft. Pengembangan kebijakan mengenai skrining dan pengujian donor secara optimal akan membutuhkan data yang lebih lengkap tentang risiko penyakit dan tingkat penularan.
Deteksi Patogen dengan qPCR Liferiver
Berikut kami merekomendasikan beberapa kit PCR kuantitatif Liferiver dalam membantu identifikasi dan deteksi penyakit infeksius pada organ atau jaringan donor:
Tabel 1. Deteksi dan Identifikasi infeksi patogen dengan Real-Time PCR Kit
Liferiver Real Time PCR | No. Katalog | Ukuran |
(Seasonal) Influenza A (H1) Virus Real Time RT-PCR Kit | RR-0420-01 | 25rxn |
Acinetobacter Baumannii (Ab) Real Time PCR Kit | RD-0183-02 | 25rxn |
Adenovirus 55 Real Time PCR Kit | RD-0378-02 | 25rxn |
Adenovirus 55 Real Time PCR Kit | RD-0378-02 | 25rxn |
Adenovirus 7 Real Time PCR Kit | RD-0377-02 | 25rxn |
Adenovirus 7 Real Time PCR Kit | RD-0377-02 | 25rxn |
Adenovirus Real Time PCR Reagent | QD-0430-02 | 25rxn |
Adenovirus Real Time PCR Reagent | QD-0430-02 | 25rxn |
AdenoVirus Type 4 Real Time PCR Kit | RD-0239-02 | 25rxn |
Aeromonas Hydrophila Real Time PCR Kit | QD-0186-02 | 25rxn |
Referensi:
1. Greenwald MA, Kuehnert MJ, Fishman JA. Infectious disease transmission during organ and tissue transplantation. Emerg Infect Dis. 2012 Aug;18(8):e1.
2. White SL, Rawlinson W, Boan P, Sheppeard V, Wong G, Waller K, Opdam H, Kaldor J, Fink M, Verran D, Webster A, Wyburn K, Grayson L, Glanville A, Cross N, Irish A, Coates T, Griffin A, Snell G, Alexander SI, Campbell S, Chadban S, Macdonald P, Manley P, Mehakovic E, Ramachandran V, Mitchell A, Ison M. Infectious Disease Transmission in Solid Organ Transplantation: Donor Evaluation, Recipient Risk, and Outcomes of Transmission. Transplant Direct. 2018 Dec 20;5(1):e416.
Artikel Terkait:
1. Epidemi Novel Coronavirus (2019-nCoV) [link]
2. PCR Kit IVD untuk deteksi SARS-CoV-2 [link]
3. Marker ELISA kit Untuk Penyakit Hepatitis dan Retrovirus [link]
4. Cell line untuk Penelitian SARS-CoV-2 dari Merk Elabscience [link]