Jual Reagen ELISA Kit Autoimmunity Merk IBL Tecan (bag. 1)

Jual Reagen ELISA Kit Autoimmunity Merk IBL Tecan (bag. 1)

IBL International adalah perusahaan terkemuka di bidang immunoassay berbasis pelat mikrotiter dengan rangkaian produk yang luas untuk diagnostik yang digunakan dalam penelitian dan laboratorium klinis. IBL International didirikan lebih dari 30 tahun yang lalu, dengan kantor pusat berlokasi di Hamburg, Jerman

IBL International mengembangkan, memproduksi dan menawarkan portofolio komprehensif ELISA, RIA dan produk immunoassay lainnya untuk penelitian ilmu hayati dan diagnosis klinis rutin, termasuk banyak pilihan pengujian khusus untuk endokrinologi, degenerasi saraf, skrining neonatal dan penilaian hormon steroid dalam air liur.

Pada tahun 2014 lalu, IBL international diakuisisi oleh Tecan Group, sehingga portofolio produk dan kekuatannya di pelanggan lebih kuat. Untuk alasan ini selanjutnya kami akan menyebut merknya sebagai IBL-Tecan.

IBL-Tecan menawarkan lini produk autoantibodi yang komprehensif, sesuai dengan penyakit berikut:

  • Myasthenia gravis
  • Penyakit rematik
  • Vaskulitis / Nefritis
  • Trombosis
  • Penyakit celiac
  • Penyakit tiroid
  • Diabetes

Penyakit autoimun adalah proses inflamasi kronis dengan etiologi yang tidak dapat ditentukan. Penyakit bisa bersifat spesifik pada organ atau bersifat sistemik. Penyakit-penyakit ini sebagian besar menyerang wanita dan berkorelasi dengan produksi autoantibodi terkait penyakit. Dampak penyakit autoimun terhadap biaya perawatan kesehatan dan terapi pasien yang memadai membuat metode diagnosis, prognosis dan pemantauan penyakit autoimun yang akurat dan andal menjadi suatu keharusan.

Celiac disease

Sejumlah penelitian menggambarkan peran keterlibatan IgG pada intoleransi makanan. Antibodi IgG/IgG4 serum spesifik telah dilaporkan pada kasus penyakit celiac. Proses inflamasi yang dimediasi kekebalan setelah mengkonsumsi protein gandum, gandum hitam, atau jelai terjadi pada individu yang rentan secara genetik. Penyakit celiac dikaitkan dengan berbagai autoantibodi, termasuk transglutaminase jaringan (tTG) dan antibodi gliadin. Meskipun isotipe IgA dari antibodi ini biasanya mendominasi pada penyakit celiac, individu juga dapat menghasilkan isotype IgG. Tes serologi yang paling sensitif dan spesifik adalah tes tTG-IgA. 

Berikut merupakan daftar ELISA kit untuk deteksi penyakit celiac:

Rheumatic diseases

Faktor reumatoid adalah autoantibodi. Rheumatoid factor terutama dipakai untuk mendiagnosis dan memantau Rheumatoid arthritis (RA). Secara bersamaan, RF dapat terjadi pada penyakit autoimun lain seperti sindroma Sj gren dan lupus eritematosus sistemik. Pada awal RA, RF jarang positif dan setelah lebih dari satu tahun frekuensinya mencapai 70-80%.

Dibawah ini adalah list ELISA kit terkait penyakit rematik:

Thyroid

Tiroid merupakan kelenjar yang terletak pada bagian depan tenggorokan atau tepat di bawah jakun, dan menyerupai kupu-kupu. Fungsinya menghasilkan beberapa hormon disebut juga hormon tiroid. Hormon tersebut dalam tubuh untuk mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan suhu tubuh.

Tes fungsi tiroid (TFT) adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang paling sering dilakukan di dunia. Kebanyakan TFT efektif dalam interpretasi dan konfirmasi gambaran klinis eutiroidisme, hipotiroidisme, atau hipertiroidisme. Namun, tes fungsi tiroid menjadi masalah ketika tes dilakukan pada pasien yang memiliki penyakit penyerta yang signifikan

IBL-Tecan memiliki beberapa marker ELISA kit untuk penelitian tiroid sebagai berikut:

Myasthenia gravis

Myasthenia gravis adalah melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot. Myasthenia gravis (MG) disebabkan oleh kegagalan transmisi sinyal neuromuskular. Untuk memastikan diagnosis MG diperlukan penentuan reseptor asetilkolin (ARAb) dan autoantibodi reseptor spesifik otot tirosin kinase (MuSK). Radioimmunoassay ARAb adalah metode diagnosis mutakhir untuk autoantibodi dalam serum 80-90% pasien dengan miastenia gravis generalisata dan pada 55-70% pasien dengan miastenia okular. Pada 10-20% pasien dengan MG generalisata, dan hingga 50% pasien dengan MG okular, autoantibodi ini tidak dapat dideteksi. Dalam kasus ini, penyakit ini biasa disebut dengan MG seronegatif (SNMG). Antibodi terhadap reseptor spesifik otot tirosin kinase dapat dideteksi dan diukur melalui ELISA MuSK-Ab.

Sependek pengalaman kami, belum banyak penelitian mengenai penyakit Myasthenia gravis di Indonesia. Tapi, IBL-Tecan menawarkan kit ELISA untuk mendeteksinya sebagai berikut:

Miscellaneous

Antiphospholipid Syndrome

Antibodi antifosfolipid adalah autoantibodi yang ditujukan terhadap protein pengikat fosfolipid. Sindrom antifosfolipid (APLS) adalah kelainan autoimun multisistemik. Ciri khas APLS adalah adanya antibodi antifosfolipid persisten (APLA) pada keadaan trombus arteri dan vena dan/atau keguguran. Tempat paling umum terjadinya trombosis vena dan arteri adalah ekstremitas bawah dan sirkulasi arteri serebral. Namun, trombosis bisa terjadi di organ mana pun.

Untuk mengidentifikasi APLA, uji laboratorium meliputi uji imunosorben terkait-enzim (ELISA) dan uji fungsional. Tiga APLA yang dikenal adalah:

  • Antibodi anti cardiolipin IgG atau IgM (ELISA)
  • Antibodi anti-beta-2-glikoprotein-I IgG atau IgM (ELISA)
  • Antikoagulan lupus (Uji fungsional)

Dua kit ELISA untuk deteksi penyakit Antiphospholipid Syndrome tersebut kami suplai dari merk IBL-Tecan:

Vasculitis / Nephritis

Vaskulitis IgA (IgAV) atau Purpura Henoch-Schönlein (HSP) adalah vaskulitis yang paling umum terjadi pada anak-anak, dan nefritis (IgAVN atau HSPN) adalah manifestasi penyakit kronis yang paling penting dan satu-satunya.