Air merupakan senyawa yang memiliki fungsi sangat esensial bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Manfaat air bagi kehidupan manusia antara lain untuk keperluan air minum, untuk keperluan rumah tangga, pariwisata, industri, pertanian, perikanan, hingga untuk menjaga kestabilan ekosistem. Maka kualitas air perlu terus dijaga. Kualitas air berhubungan erat dengan sifat-sifat air dan kandungan organisme, energi, zat, dan komponen lain dalam air. Kualitas air dapat ditentukan melalui pengujian dengan beberapa parameter, seperti parameter fisika dan parameter kimia. Sebelum membahas parameter, dapat memahami terlebih dahulu mengenai Klasifikasi Mutu Air. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas yaitu:
A. Parameter Fisika
1. Suhu
Suhu dalam badan air dipengaruhi oleh beberapa komponen, yaitu musim, lintang (latitude), ketinggian permukaan air (altitude), waktu hujan dalam sehari, sirkulasi udara, penutupan awan, aliran air, serta kedalaman badan air. Perubahan suhu berpengaruh pada dinamika kimia dan biokimia perairan. Suhu yang meningkat mampu mendorong peningkatan reaksi kimia di perairan, meningkatkan evaporasi dan pelepasan gas dari perairan.
2. Kecerahan dan Kekeruhan (turbidity)
Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan yang ditentukan dengan alat Secci Dish. Kecerahan dipengaruhi oleh cuaca, waktu pengukuran, kekeruhan, padatan tersuspensi dan faktor ketelitian. Semakin tinggi kekeruhan, akan berpengaruh pada sistem pernapasan dan daya pandang organisme akuatik.
3. Warna
Perairan memiliki 2 warna, yaitu warna tampak (Apparent Color) dan warna sesungguhnya (True Color). True color disebabkan oleh partikel terlarut dan tersuspensi. Segi estetis sebaiknya warna air tidak melebihi 15 PtCo (skala Platinum Cobalt). Adapun untuk kepentingan air minum sebaiknya warna tidak melebihi 50 PtCo.
4. TDS (Total Dissolved Solid)
Total Dissolved Solid atau padatan terlarut total merupakan konsentrasi jumlah ion kation dan anion di dalam air. Nilai TDS tinggi menunjukkan besarnya kelarutan bahan anorganik (logam besi) dalam air. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air kadar maksimum TDS untuk kriteria mutu air kelas II adalah 1000 mg/L.
5. TSS (Total Suspended Solid)
Total Suspended Solid atau padatan tersuspensi total merupakan padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak terlarut, dan tidak dapat mengendap langsung. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air kadar maksimum padatan tersuspensi total untuk kriteria mutu air kelas II adalah 50 mg/L.
6. Bau
Limbah cair dalam kondisi anaerobik menghasilkan bau yang lebih kuat/menyengat dibandingkan dalam kondisi anaerob. Hal ini karena terjadi dekomposisi senyawa oleh bakteri H2S dan ammonia.
B. Parameter Kimia
1. Derajat Keasaman (pH)
Semakin besar konsentrasi ion hidrogen dalam air semakin rendah nilai pH dan perairan semakin toksik. Kondisi pH sangat mempengaruhi dinamika kimiawi dan proses biokimia perairan. Penurunan pH 6 akan mempengaruhi kelimpahan keanekaragaman plankton dan bentos, sementara pH 5 kebawah akan mempengaruhi penurunan filament alga hijau dan pH 4 sebagian besar tumbuhan hijau akan mati.
2. Dissolved Oxygen (DO)
DO mengacu pada jumlah oksigen yang terlarut dalam volume air tertentu pada suatu suhu dan tekanan atmosfer tertentu. Perairan digolongkan mengalami pencemaran serius jika kadar DO di bawah 4 ppm. Kehidupan di air dapat bertahan jika terdapat oksigen terlarut minimal sebanyak 5 ppm (5 part per million atau 5 mg oksigen untuk setiap liter air).
3. Biological Oxygen Demand (BOD)
Nilai BOD mengindikasi jumlah bahan organik yang terdegradasi secara biologis dan oksigen digunakan untuk mengoksidasi bahan anorganik seperti sulfida dan besi. Uji ini merupakan standar dalam penentuan kualitas limbah cair yang akan dibuang di berbagai negara. Kadar BOD dalam air yang tingkat pencemarannya masih rendah dan dapat dikategorikan dalam perairan yang baik berkisar 0-10 mg/L.
4. Chemical Oxygen Demand (COD)
Pengukuran COD didasarkan pada kenyataan bahwa hampir semua bahan organik dapat dioksidasi menjadi karbondioksida dan air dengan bantuan oksidator kuat (Kalium dikromat / K2Cr2O7) dalam suasana asam. Kandungan COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya berkisar kurang dari 20 mg/L. Sedangkan pada perairan yang tercemar lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60.000 mg/L.
C. Produk Uji Kualitas Air dengan HKMBio
INDOGEN dapat menyediakan berbagai parameter pengujian kualitas air dari manufaktur HKMBio. Produk berupa kit siap uji yang akan mempermudah dan mempercepat pengujian di laboratorium Anda. Berikut merupakan produk-produk water test dari HKMBio.
Tabel 1. Water Test Kit HKMBio
| Nomor Katalog | Deskripsi Produk | Qty |
| 090801 | COD Test Kit | 50 tests / box |
| 090012 | Ozone Test Kit (DPD Method) | 100 tests / box |
| 090043 | Low Hardness Test Kit | 50 tests / box |
| 090200 | Sulfide Test Kit(DPD Method) | 50 tests / box |
| 090151 | Total Alkalinity Test Kit(HR) | 50 tests / box |
| 090034 | DPD Chlorine (Total) Test Kit | 100 tests / box |
| 090220 | Copper Test Kit | 50 tests / box |
| 090170 | Arsenic test kits | 20 tests / box |
| 090140 | Chloride Test Kit | 50 tests / box |
| 090161 | Phosphorus Test Kit | 50 tests / box |
| 090150 | Total Alkalinity Test Kit(LR) | 50 tests / box |
| 090242 | Chlorine dioxide test kit | 50 tests / box |
| 090230 | Nitrite test kit | 50 tests / box |
| 090190 | Manganese Test Kit | 50 tests / box |
| 090070 | Chromium(Ⅵ) Test Kit | 100 tests / box |
| 090080 | Ammonia Nitrogen Test Kit | 50 tests / box |
| 090022 | DPD Free Chlorine Test Kit | 100 tests / box |
Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak yang tertera pada laman website Indogen berikut. Terima kasih.
Referensi
Chairul, M. 2024. Analisis Kualitas Air berdasarkan Parameter Kimia, Fisik, dan Biologi di Perairan Bendung Bekasi. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Nurbaya, Fiqi dan Dewi Puspito Sari. 2023. Parameter Air dan Udara serta Uji Kualitas Air Sungai. Cirebon: PT. Arr Rad Pratama.