
Gambar 1. Peserta dan Panitia Kegiatan Workshop
I. Pendahuluan
Pada tanggal 10 – 12 September 2026, PT Indogen Intertama kembali berkolaborasi dengan Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam menyelenggarakan Webinar dan Workshop Studi In Vivo pada Riset Bahan Alam. Kegiatan yang berlangsung di FKUI, Salemba, Jakarta ini menjadi wadah bagi civitas akademika, klinisi, serta sektor swasta dan industri untuk memperluas wawasan mengenai penerapan studi in vivo dalam penelitian bahan alam.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, dengan sesi webinar sebagai pembuka yang menghadirkan berbagai materi terkait riset bahan alam dan studi in vivo. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi workshop yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif melalui pembelajaran secara langsung.
Berikut merupakan pemateri beserta topik yang disampaikan dalam rangkaian webinar:
| Nama | Materi |
| Dr. Dra. Puspita Eka Wuyung, MS
Animal Research Facilities IMERI FKUI |
Penanganan dan Pengembangan Model Hewan Coba untuk Studi In Vivo |
| Dr. apt. Desak Gede BK, M.Biomed
Dept. Ilmu Farmasi Kedokteran FKUI |
Pengembangan Sediaan Obat Bahan Alam pada Riset dengan Hewan Coba |
| Michael Zhang, BS
Chengdu Techman, Co., Ltd |
New Technology Facilitates Animal Experimentation: An Introduction to Animal Research Instrumentation |
Setelah sesi webinar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan workshop. Pada sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman melalui praktik yang berkaitan dengan tahapan penelitian bahan alam, mulai dari pengujian ELISA, animal handling, perhitungan dosis untuk riset bahan alam, ekstraksi bahan alam, hingga pembuatan sediaan oral dan topikal.
Selain itu, workshop juga membahas sistem penghantaran obat bahan alam berbasis nanopartikel serta pengujian kadar protein. Beragam sesi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penerapan metode dan teknik laboratorium dalam mendukung penelitian bahan alam, khususnya dalam studi in vivo.
II. Workshop Studi In Vivo Pada Riset Bahan Alam
A. ELISA
ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) merupakan metode imunologi yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur berbagai molekul seperti protein, peptida, antibodi, maupun hormon dalam suatu sampel. Metode ini memanfaatkan interaksi spesifik antara antigen dan antibodi, kemudian menghasilkan sinyal yang dapat diukur secara kuantitatif menggunakan microplate reader atau ELISA reader.
Secara umum, pengujian ELISA dilakukan menggunakan microplate yang memiliki sumur untuk menampung sampel dan reagen. Pada metode sandwich ELISA, misalnya, antibodi penangkap (capture antibody) yang spesifik terhadap biomarker telah terimobilisasi pada permukaan sumur. Sampel kemudian ditambahkan sehingga biomarker yang terdapat di dalam sampel dapat berikatan dengan antibodi tersebut. Selanjutnya, detection antibody ditambahkan untuk mengenali biomarker yang telah terikat. Sistem deteksi yang terhubung dengan enzim kemudian bereaksi dengan substrat dan menghasilkan sinyal, umumnya berupa perubahan warna. Intensitas sinyal yang dihasilkan diukur menggunakan microplate reader dan dibandingkan dengan kurva standar untuk menentukan konsentrasi biomarker dalam sampel.
Dalam kegiatan workshop ini, sampel yang digunakan adalah homogenat ginjal tikus, sehingga diperlukan kit yang sesuai dengan spesies sampel, yaitu Rat ELISA Kit. Adapun untuk persiapan sampel dapat mengikuti panduan dari manual kit atau melihat pada informasi resmi dari website Finetest berikut. Biomarker yang dianalisis adalah Interleukin-6 (IL-6), salah satu sitokin yang banyak digunakan sebagai parameter dalam penelitian terkait respons inflamasi.
Kit yang digunakan dalam kegiatan workshop ini adalah FineTest ER0042 Rat IL-6 (Interleukin 6) ELISA Kit, yang digunakan untuk membantu mengukur kadar IL-6 pada sampel penelitian tikus. Berikut adalah kit yang digunakan dalam kegiatan workshop.

Gambar 2. ELISA Kit brand FineTest yang digunakan dalam workshop
FineTest merupakan brand yang menyediakan berbagai research reagents untuk mendukung penelitian di bidang life sciences dan biomedis. Produk yang ditawarkan mencakup ELISA kit, antibodi, protein rekombinan, serta berbagai reagen untuk aplikasi penelitian seperti imunologi, biologi sel, dan analisis biomarker.
Dengan beragam pilihan target dan spesies, produk FineTest dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan penelitian, termasuk penelitian yang memerlukan pengukuran biomarker secara kuantitatif menggunakan metode ELISA. Untuk melihat promo lengkap ELISA Kit FineTest Tahun 2026 dapat akses pada link berikut.

Gambar 3. Pengenalan komponen yang terdapat dalam kit dan fungsinya dalam pengujian
FineTest ER0042 Rat IL-6 ELISA Kit terdiri atas beberapa komponen yang digunakan pada setiap tahapan pengujian, mulai dari penangkapan IL-6, proses deteksi, hingga pembentukan dan pengukuran sinyal. Secara umum, masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berkaitan dalam menghasilkan sinyal yang dapat diukur menggunakan microplate reader. Pre-coated microplate berfungsi menangkap IL-6 dari sampel, sedangkan biotin-labeled antibody digunakan sebagai antibodi deteksi. Selanjutnya, SABC berperan dalam membawa enzim HRP yang akan mengkatalisis reaksi dengan TMB sehingga menghasilkan perubahan warna. Setelah reaksi dihentikan menggunakan stop solution, absorbansi dibaca pada panjang gelombang 450 nm.
Berikut merupakan informasi lengkap komponen yang tersedia dalam FineTest ER0042:
| Komponen | Fungsi |
| ELISA Microplate | Menangkap IL-6 dari sampel melalui antibodi anti-IL-6 yang telah dilapiskan (coating) pada permukaan well. |
| Lyophilized Standard | Digunakan sebagai acuan untuk membuat kurva standard. |
| Biotin-labeled Antibody | Mendeteksi IL-6 yang telah terikat pada antibodi penangkap. |
| HRP-Streptavidin Conjugate (SABC) | Berikatan dengan biotin dan membawa HRP untuk menghasilkan sinyal deteksi. |
| TMB Substrate | Menghasilkan perubahan warna melalui reaksi yang dikatalisis oleh HRP. |
| Sample Dilution Buffer | Digunakan untuk pengenceran sampel. |
| Antibody Dilution Buffer | Digunakan untuk pengenceran biotin-labeled antibody. |
| SABC Dilution Buffer | Digunakan untuk pengenceran SABC. |
| Wash Buffer | Digunakan untuk mencuci well dan menghilangkan komponen yang tidak berikatan. |
| Stop Solution | Menghentikan reaksi TMB sebelum pembacaan absorbansi. |
| Plate Sealer | Menutup plate selama proses inkubasi. |
| Product Description | Panduan penggunaan kit. |
Selain penjelasan mengenai komponen ELISA Kit, para tutor juga membahas cara menyiapkan dan menghitung kebutuhan reagen sebelum pengujian, seperti pengenceran wash buffer dan persiapan HRP solution. Pembahasan ini membantu peserta memahami cara menentukan volume reagen yang dibutuhkan berdasarkan jumlah well dan tahapan pengujian, sehingga penggunaan reagen dapat dilakukan secara tepat sesuai kit manual.

Gambar 4. Diskusi serta persiapan pembuatan reagent sebelum pengujian
Dalam pengujian ini digunakan total 24 well, yang terdiri atas 7 well untuk standard, 1 well untuk blank, 4 well untuk kontrol, serta masing-masing 4 well untuk sampel tanpa dilusi, sampel dengan dilusi 10×, dan sampel dengan dilusi 100×. Berikut adalah gambaran layoutnya.

Gambar 5. Layout Well Plate Kelompok
Baik tutor maupun peserta juga turut andil untuk pembuatan serial standard dan pengenceran sampel seperti pada Gambar 6.

Gambar 6. Proses pembuatan serial dilusi standar dan dilusi sampel
Prosedur kerja yang digunakan dalam kegiatan workshop ini mengikuti protokol yang tercantum pada kit manual FineTest ER0042 Rat IL-6 (Interleukin-6) ELISA Kit. Sebelum pengujian, sampel dan reagen yang akan digunakan dipersiapkan sesuai dengan petunjuk pada manual. Pengenceran sampel maupun reagen dilakukan dengan mencampurkannya secara merata untuk memastikan homogenitas larutan. Secara umum, tahapan pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Gambar 7. Peserta melakukan pengujian ELISA
Setelah penambahan stop solution, well kemudian dimasukan pada alat ELISA Reader untuk melihat nilai absorbansi yang didapat. Selanjutnya, dilakukan diskusi terkait hasil yang didapat dari tiga kelompok peserta.

Gambar 8. Diskusi dan Analisis Hasil Pengujian ELISA Rat TNF-α oleh Tim PT Indogen

Gambar 9. Hasil Analisa Data
Hasil pembacaan menggunakan ELISA Reader kemudian diolah menggunakan aplikasi CurveExpert untuk menghasilkan kurva standar ELISA berdasarkan data yang diperoleh peserta. Kurva standar digunakan sebagai acuan untuk menentukan konsentrasi IL-6 pada sampel berdasarkan nilai absorbansi yang diperoleh.
Berdasarkan hasil analisis yang ditampilkan pada Gambar 8, diperoleh nilai r di atas 0,9. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara konsentrasi standard dengan respons absorbansi yang dihasilkan pada pengujian. Dengan demikian, titik-titik data standard menunjukkan kecenderungan yang baik terhadap model kurva yang digunakan, sehingga kurva tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam perhitungan konsentrasi IL-6 pada sampel yang diuji.
B. Rangkaian Workshop In Vivo
Rangkaian workshop mencakup berbagai materi yang mendukung tahapan penelitian bahan alam, mulai dari proses ekstraksi dan formulasi bahan alam hingga penerapannya dalam studi in vivo. Salah satu materi yang dibahas adalah ekstraksi bahan alam, termasuk proses maserasi dan pengolahan ekstrak sebelum dikembangkan menjadi berbagai bentuk sediaan. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan sistem penghantaran bahan alam berbasis nanopartikel, serta praktik formulasi sediaan herbal seperti gel, krim, salep, dan ovula.
Dalam mendukung pelaksanaan penelitian in vivo, peserta juga mendapatkan materi animal handling, termasuk pengenalan teknik dasar penanganan mencit dan tikus serta aspek terkait prosedur penelitian menggunakan hewan uji. Selain itu, dibahas pula perhitungan dosis untuk riset bahan alam sebagai salah satu tahapan penting dalam perancangan penelitian. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai tahapan penelitian bahan alam secara lebih menyeluruh, mulai dari preparasi bahan, ekstraksi dan formulasi, pengujian laboratorium, hingga persiapan studi in vivo.
Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai materi dan praktik yang dilakukan dalam workshop, pembaca dapat melihat artikel dokumentasi kegiatan sebelumnya melalui tautan berikut.
III. Referensi
Tim Penyusun Workshop Dept. Farmasi Kedokteran FKUI. (2026). Buku Panduan Workshop: Studi In Vivo Pada Riset Bahan Alam.
WhatsApp us