1. Pendahuluan

Gambar 1. Hyperlipidemia adalah kondisi kronis yang terjadi akibat gangguan metabolisme lemak dalam tubuh, sehingga kadar kolesterol dan/atau trigliserida dalam darah menjadi tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah), dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
(Sc : https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/hyperlipidemia)
Lipid merupakan komponen penting dalam tubuh yang berperan sebagai sumber energi, penyusun membran sel, prekursor hormon steroid, dan molekul pensinyalan biologis. Karena sebagian besar lipid tidak larut dalam air, lipid diangkut melalui sirkulasi dalam bentuk lipoprotein, antara lain kilomikron, very-low-density lipoprotein (VLDL), LDL, dan high-density lipoprotein (HDL).
Dislipidemia terjadi ketika kadar atau komposisi lipid dan lipoprotein dalam darah mengalami perubahan yang tidak menguntungkan. Salah satu bentuknya adalah hiperlipidemia, yaitu peningkatan satu atau lebih komponen lipid dalam sirkulasi. Istilah hiperlipidemia dan dislipidemia sering digunakan secara berdekatan, tetapi keduanya tidak sepenuhnya identik: dislipidemia juga mencakup kondisi seperti HDL yang rendah tanpa harus disertai peningkatan kolesterol total.
Pada penelitian eksperimental, hiperlipidemia dapat diinduksi pada hewan untuk menghasilkan kondisi metabolik yang sesuai dengan pertanyaan penelitian. Pemilihan metode induksi tidak hanya menentukan besarnya perubahan profil lipid, tetapi juga memengaruhi mekanisme biologis yang mendasari perubahan tersebut. Oleh sebab itu, model hewan sebaiknya dipilih berdasarkan jenis dislipidemia yang ingin diteliti, bukan semata-mata berdasarkan metode yang paling mudah menghasilkan peningkatan kolesterol.
2. Konsep dan Klasifikasi Dislipidemia
Secara umum, dislipidemia dapat dikelompokkan berdasarkan komponen lipid yang mengalami perubahan. Klasifikasi ini penting karena setiap model induksi dapat menghasilkan pola perubahan lipid yang berbeda.
| Jenis dislipidemia | Karakteristik utama
|
Relevansi penelitian |
| Hiperkolesterolemia | Peningkatan kolesterol total, sering disertai peningkatan LDL-C | Penelitian metabolisme kolesterol dan aterosklerosis |
| Hipertrigliseridemia | Peningkatan trigliserida (TG), sering berkaitan dengan VLDL atau kilomikron | Penelitian metabolisme trigliserida dan resistensi insulin |
| Dislipidemia campuran | Peningkatan kolesterol dan trigliserida secara bersamaan | Penelitian metabolisme trigliserida dan resistensi insulin |
| Dislipidemia campuran | Peningkatan kolesterol dan trigliserida secara bersamaan | Penelitian sindrom metabolik dan efek antihiperlipidemia |
| Dislipidemia aterogenik | TG meningkat, HDL-C menurun, dan dapat disertai peningkatan partikel LDL kecil dan padat | Penelitian risiko kardiovaskular dan gangguan metabolik |
| HDL rendah | Penurunan kolesterol yang dibawa HDL | Penelitian transport balik kolesterol dan metabolisme lipoprotein |
LDL-C dan HDL-C menunjukkan kolesterol yang dibawa oleh masing-masing jenis lipoprotein, bukan jumlah total partikel lipoprotein. Oleh karena itu, perubahan LDL-C atau HDL-C perlu ditafsirkan bersama parameter lainnya.
Pada hewan percobaan, pola dislipidemia juga dipengaruhi oleh spesies dan galur. Tikus dan mencit, misalnya, memiliki karakteristik metabolisme lipoprotein yang berbeda dari manusia, termasuk rendahnya aktivitas cholesteryl ester transfer protein (CETP). Kelinci dapat menjadi pilihan yang lebih relevan untuk penelitian hiperkolesterolemia tertentu karena profil metabolismenya lebih mendekati beberapa aspek metabolisme lipoprotein manusia.
3. Prinsip Pemilihan Model Hewan
Model hewan yang tepat harus sesuai dengan tujuan biologis penelitian, durasi eksperimen, serta parameter yang hendak dievaluasi.
Pemilihan model tidak seharusnya hanya didasarkan pada kemudahan pemeliharaan. Peneliti perlu mempertimbangkan respons metabolik spesies, lama induksi, kebutuhan pemeriksaan jaringan, dan kesesuaian model dengan penyakit yang hendak direpresentasikan.
4. Metode Induksi Hiperlipidemia pada Hewan
Secara konseptual, metode induksi dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu induksi berbasis diet dan induksi menggunakan agen farmakologis atau kimia. Keduanya memiliki mekanisme, kelebihan, dan keterbatasan yang berbeda.
a. Diet Tinggi Lemak (high-fat diet, HFD)
HFD merupakan pendekatan yang banyak digunakan untuk mempelajari gangguan metabolisme akibat konsumsi lemak berlebih. Bergantung pada komposisi diet dan lama pemberian, model ini dapat menghasilkan peningkatan berat badan, akumulasi lemak, resistensi insulin, perubahan trigliserida, dan gangguan metabolisme hati.
Prinsipnya adalah memberikan pakan dengan kandungan energi dari lemak yang lebih tinggi daripada pakan kontrol. Namun, HFD tidak selalu menghasilkan hiperkolesterolemia yang kuat. Responsnya dipengaruhi oleh jenis lemak, galur, usia, durasi pemberian, dan komposisi keseluruhan pakan.
Kelebihan:
Keterbatasan:
b. Diet Tinggi Kolesterol (High-cholesterol Diet, HCD)
HCD menggunakan pakan yang diperkaya kolesterol untuk meningkatkan paparan kolesterol dari makanan dan mengganggu homeostasis kolesterol. Model ini lebih terarah untuk penelitian hiperkolesterolemia dibandingkan HFD yang hanya meningkatkan proporsi energi dari lemak.
Dalam praktik penelitian, diet dapat menggunakan kolesterol sebagai bahan tambahan, dengan atau tanpa komponen lain yang memengaruhi metabolisme kolesterol. Penambahan asam empedu, misalnya, dapat mengubah respons metabolik dan pembentukan lesi aterosklerotik. Karena itu, formula diet harus dinyatakan dengan jelas dalam metode penelitian.
Kelebihan:
Keterbatasan:
c. Diet Tinggi Lemak dan Tinggi Kolesterol (High-fat, High-cholesterol diet)
Pendekatan kombinasi ini menggabungkan peningkatan asupan lemak dan kolesterol. Pada formula tertentu, komponen lain juga ditambahkan untuk memperkuat perubahan metabolisme lipid.
Model tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi dislipidemia campuran, steatosis hati, resistensi insulin, serta perubahan jaringan yang berkaitan dengan risiko aterosklerosis. Akan tetapi, istilah diet aterogenik sebaiknya tidak digunakan hanya berdasarkan kandungan lemak dan kolesterol; formulasi dan bukti fenotipe yang dihasilkan perlu dijelaskan.
Pertimbangan utama: komposisi diet, kepadatan energi, sumber lemak, kandungan kolesterol, lama pemberian, dan karakteristik hewan harus dilaporkan agar hasil dapat direproduksi.
d. Induksi menggunakan Triton WR-1339 atau tyloxapol
Triton WR-1339, yang juga dikenal sebagai tyloxapol, merupakan agen yang digunakan dalam model hiperlipidemia akut. Senyawa ini menghambat pembersihan lipoprotein kaya trigliserida dari sirkulasi, antara lain melalui gangguan proses lipolisis, sehingga kadar trigliserida dan komponen lipid plasma dapat meningkat dengan cepat.
Berbeda dengan induksi berbasis diet, model ini terutama digunakan untuk menghasilkan perubahan lipid dalam jangka waktu pendek dan mengkaji mekanisme metabolisme lipid atau aktivitas kandidat antihiperlipidemia. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa responsnya bersifat dinamis dan kadar lipid dapat mencapai puncak lalu menurun kembali.
Kelebihan:
Keterbatasan:
5. Produk Solarbio yang Berhubungan dengan Dislipidemia
| No | Brand | No Cat | Description | Size |
| 1 | Solarbio | BC1985 | Total Cholesterol(TC) Content Assay Kit
Detection Method : Spectrophotometer/Microplate Reader |
100T/96S |
| 2 | Solarbio | BC0620 | Triglyceride(TG) Content Assay Kit
Detection Method:Spectrophotometer |
50T/48S |
| 3 | Solarbio | BC5330 | Low-Density Lipoprotein Cholesterol(LDL-C)Content Assay kit | 50T/48S |
| 4 | Solarbio | BC5325 | High-Density Lipoprotein Cholesterol(HDL-C)Content Assay Kit
Detection Method:Spectrophotometer/Microplate Reader |
100T/96S |
| 5 | Solarbio | BC0590 | Free fatty Acids(FFA) Content Assay Kit
Detection Method:Spectrophotometer |
50T/48S |
| 6 | Solarbio | IO1300 | Oxidized Low Density Lipoprotein, Purity:98%, is determined agarose gel electrophoresis | 2mg, 5*2mg |
| 7 | Solarbio | IL2110 | Low Density Lipoprotein | 2mg |
| 8 | Solarbio | IL2130 | High Density Lipoprotein | 2mg |
| 9 | Solarbio | IL2120 | DiI-Low Density Lipoprotein | 500ug |
| 10 | Solarbio | IL2140 | Dil-Ac-Low Density Lipoprotein | 500ug |
| 11 | Solarbio | IL2100 | DiI-Ox-Low Density Lipoprotein | 500ug |
| 12 | Solarbio | IL2150 | High-Oxidized Low Density Lipoprotein | 2mg |
| 13 | Solarbio | IL2170 | Dil-High Density Lipoprotein | 500ug |
| 14 | Solarbio | IL2180 | Acetylated Low Density Lipoprotein | 2mg |
| 15 | Solarbio | IL2190 | Dio-Low Density Lipoprotein | 500ug |
Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut dapat menghubungi kami PT. Indogen melalui email sales.indogen@gmail.com atau melalui WhatsApp pada link berikut https://wa.me/6281293185185
Artikel Terkait Lainnya :
Referensi :
WhatsApp us