I. Pendahuluan



Pada tanggal 12-13 Oktober 2026, PT Indogen Intertama kembali membuktikan peran nyata terhadap kemajuan dunia science dengan sekali lagi menggelar workshop yang berkolaborasi dengan Laboratorium Riset Translasional Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran. Workshop kali ini mengusung topik Biokompatibilitas yang sedang marak dibahas di kalangan akademis dan dunia riset. Workshop kali ini juga menjadi sebuah wadah nyata untuk civitas akademika, klinisi, peneliti dan juga sektor swasta dan industri untuk memperluas dan memperkuat wawasan mengenai prinsip, metode dan aplikasi biokompatibilitas.
Acara ini dilangsungkan selama dua hari dengan rangkaian sebagai berikut:
| Hari, Tanggal | Materi | Pemateri |
| Senin, 12 Oktober 2026 | Materi: Prinsip Dasar dan Aplikasi Kultur Sel (Sitotoksisitas & Biokompatibilitas) | Riezki Amalia, PhD |
| Senin, 12 Oktober 2026 | Praktikum Seeding dan pembuatan larutan uji/perendaman sampel | Tim Laboratorium |
| Selasa, 13 Oktober 2026 | Praktikum perlakuan sel | Tim Laboratorium |
| Selasa, 13 Oktober 2026 | Penambahan CCK dan Uji Sitotoksisitas | Tim Laboratorium |
| Selasa, 13 Oktober 2026 | Tutorial Perhitungan Viabilitas dan Praktikum Analisis Data Sitotoksisitas Menggunakan Graphad Prism | Tim Laboratorium |
| Selasa, 13 Oktober 2026 | Diskusi | Tim Laboratorium |
Rangkaian kegiatan ini mengupas tuntas from A to Z terkait prinsip dasar Biokompatibilitas, metode dan juga aplikasinya. Dalam hal ini seluruh peserta diberikan pengetahuan mendasar terkait prinsip dan aplikasi riset menggunakan kultur sel mamalia, penghitungan dosis yang digunakan untuk sample hingga pengujian sitotoksisitas dan cara pengolahan data yang dapat diaplikasikan.
Sesi workshop diakhiri dengan diskusi yang berjalan proaktif dengan peserta yang saling bertukar ilmu dan experience terkait riset-riset yang telah dilakukan, yang sedang berlangsung dan yang akan dilakukan di masa mendatang.

II. Rangkaian Kegiatan Workshop
1. Materi Biokompatibilitas dan Sitotoksisitas
Biokompatibilitas merupakan kemampuan suatu bahan untuk dapat berinteraksi dengan sel, jaringan, atau sistem metabolisme tanpa menimbulkan toksisitas, luka, atau reaksi imun yang disebabkan oleh penolakan bahan atau material saat bereaksi pada bagian tubuh tertentu. Pengukuran biokompatibilitas dapat dilakukan dengan melihat sitotoksisitas, sistemik, atau kemampuan untuk menimbulkan alergi.

Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan hands-on biokompatibilitas ini adalah untuk memastikan keamanan penggunaan perangkat medis tidak menimbulkan efek merugikan atau toksisitas dalam tubuh.
Alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: Counter, Haemocytometer, Mikropipet 100-1000 μl, Mikropipet 10-100 μl, Mikroskop inverted, Mikroplate reader dan Sentrifugator. Untuk bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: Conical tube 15 mL, Plate 96 well untuk Kultur Sel, Tabung mikro 1,5 mL, Medium komplit, PBS 1x, Tripsin-EDTA 1x dan Trypan blue.
2. Preparasi Sampel
Preparasi sampel dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung luas permukaan sampel untuk dilakukan ekstraksi dengan menambahkan medium kultur. Aturan penghitungan kebutuhan medium untuk ekstraksi dan luas permukaan sampel adalah sebagai berikut:

Kemudian sampel dimasukkan kedalam tube lalu ditambahkan medium sesuai dengan kebutuhan. Sampel kemudian diinkubasi pada inkubator 37 ‘C selama 24 jam, lalu encerkan sampel secara bertingkat sesuai intruksi berikut.

Siapkan juga larutan DMSO dengan konsentrasi 10% dan 5% untuk menjadi kontrol DMSO.

3. Prosedur Kerja
Siapkan sel yang telah dikultur pada culture flask ataupun culture dish dan pastikan konfluensi sel di sekitar 80%, kemudian hitung sel. Cara kerja pada langkah ini sama dengan kultur sel lainnya, mulai dari detach sel menggunakan larutan tripsin, centrifuge untuk mendapatkan pelet dan menghitung sel menggunakan haemocytometer.

Berikut rumus penghitungan jumlah sel menggunakan haemocytometer:

Setelah jumlah sel sudah terhitung, langkah selanjutnya adalah hitung jumlah stok untuk seeding dengan menggunakan rumus berikut:

Sebelum melakukan seeding sel, petakan well yang akan digunakan untuk kultur dan tandai well sehingga akan mempercepat pengerjaan.


Selanjutnya adalah melakukan seeding dengan pipet sebanyak 50µl seeding sel ke well yang telah disiapkan dan dipetakan sesuai dengan perlakuan. Kemudian lakukan inkubasi selama 24 jam di inkubator CO2, serta lakukan pengecekan konfluensi secara berkala.

Setelah konfluensi sel 80%, buang medium dalam plate menggunakan pipet tanpa merusak lapisan sel di dasar well. Tambahkan 100μL larutan uji, kontrol sel, dan kontrol medium/blanko pada masing-masing well.
Inkubasi kembali dalam inkubator sesuai dengan waktu pengujian yang dikehendaki (contoh : 24 jam, 48 jam, atau 72 jam) kemudian tambahkan reagen CCK-8/WST-8 sebanyak 10μL ke dalam masing-masing well . Lakukan inkubasi kembali selama 2 jam hingga terdapat reaksi didalam well antara sel dan reagan CCK-8/WST-8.

Baca hasil absorbansi menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 450 nm atau sesuai prosedur pada kit yang digunakan.
Setelah OD dari microplate reader sudah didapatkan, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menghitung survival rate dengan menggunakan rumus berikut:

Hasil dari perhitungan survival sel dapat menunjukkan hasil dari larutan yang diuji dengan interpretasi yang tepat.
4. Bahan yang kami supply
Untuk mendukung riset bapak/ibu terkait uji biokompatibilitas ini, berikut merupakan beberapa bahan yang dapat kami supply:
| No | Brand | No Katalog | Nama Item |
| 1. | Dojindo | CK04 | Cell Counting Kit-8 |
| 2. | Solarbio | D8370 | DMSO(Dimethyl Sulfoxide) |
| 3. | Solarbio | T1300 | Trypsin-EDTA solution,0.25% (without phenol red) |
| 4. | Solarbio | P1020 | PBS, 1× (pH7.2-7.4, 0.01M, cell culture) |
| 5. | Nacalai | 05177-15 | DMEM/Ham’s F-12 with L-Gln, Sodium Pyruvate and HEPES, without Phenol Red, liquid |
| 6. | Nacalai | 08456-65 | DMEM(1.0g/l Glucose) with L-Gln and Sodium Pyruvate, liquid |
| 7. | Nacalai | 08458-45 | DMEM(4.5g/l Glucose) with L-Gln and Sodium Pyruvate, liquid |
Berikut merupakan informasi yang dapat kami sampaikan terkait kegiatan workshop Prinsip dasar, metode dan aplikasi Biokompatibilitas. Apabila terdapat pertanyaan dan hal yang ingin didiskusikan dapat menghubungi kami pada kontak berikut.
Sampai bertemu di ulasan workshop lainnya.
Source:
Modul Praktikum Biokompatibilitas – Laboratorium Riset Translasional Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
WhatsApp us