Dibalik Riset Biomedis: 5 Lini Sel yang Banyak Digunakan Peneliti

Dibalik Riset Biomedis: 5 Lini Sel yang Banyak Digunakan Peneliti

Dibalik Riset Biomedis

A. NIH/3T3 – Model Fibroblas untuk Riset Sel dan Jaringan

Gambar 1. NIH/3T3 Cell Line

Gambar 1. NIH/3T3 Cell Line

 

Sel NIH/3T3 diambil dari embrio tikus SWISS utuh berusia 17-19 hari. Sel ini mudah dikultur sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam penelitian seluler dan molekuler.  Lini sel NIH/3T3 merupakan model sel yang umum digunakan untuk mempelajari silia primer.

Silia Primer adalah organel seluler yang terbentuk dari tonjolan membran plasma yang memiliki fungsi sebagai platform pensinyalan dalam sel eukariotik. Melalui pendekatan imunositologi, silia primer mudah dideteksi menggunakan antibodi terhadap protein marker α-tubulin terasetilasi dan/atau ARL13b. Pembentukan silia primer bergantung pada siklus sel dan umumnya ditemukan di sel yang tidak aktif. Berikut merupakan produk sel NIH/3T3 yang dapat kami suplai.

Nomor Katalog Deskripsi Qty
iCell-m041 NIH/3T3 Mouse Embryonic Cells vials
T8981 NIH/3T3 Cells 1×106 cells / 1.0 ml

B. BV-2 – Model Mikroglia untuk Penelitian Sistem Saraf

Gambar 2. BV-2 Cell Line

Gambar 2. BV-2 Cell Line

 

Lini Sel BV-2 merupakan sel yang digunakan oleh sebagian besar periset yang sedang melakukan penelitian mengenai aktivasi dan pensinyalan mikroglia secara in vitro. Sel BV-2 berasal dari mikroglia neonatal tikus yang diimortalkan dengan raf/myc dan sering digunakan sebagai pengganti mikroglia primer. Mikroglia merupakan sel-sel imunokompeten yang berada di sistem saraf pusat dan berperan penting dalam gangguan neurologis. Aktivasi mikroglia menghasilkan berbagai sitokin proinflamasi, seperti Interleukin-6 (IL-6); Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α); dan Nitric Oxide (NO). Berikut merupakan produk sel BV-2 yang dapat kami suplai.

Nomor Katalog Deskripsi Qty
iCell-m011 Mouse Microglia Cells BV2 vials
T9077 BV-2 Cells 1×106 cells / 1.0 ml

C. 4T1 – Model Kanker Payudara untuk Studi Onkologi

Gambar 3. 4T1 Cell Line

Gambar 3. 4T1 Cell Line

 

Lini sel 4T1 merupakan sel yang kerap digunakan untuk lingkup penelitian perkembangan metastasis kanker payudara pada manusia. Sel 4T1 yang dikultur secara ortotopik dapat tumbuh dengan cepat di lokasi primer dan membentuk metastasis di paru-paru, hati, tulang, dan otak dalam 3-6 minggu. Adapun sel 4T1 dikultur melalui vena ekor atau arteri, metastasis terlihat pada organ yang sama setelah 1-2 minggu. Metastasis yang efisien, cepat dan dapat direproduksi ke organ-organ menjadikan alasan para peneliti menggunakan jenis lini sel ini.

Nomor Katalog Deskripsi Qty
iCell-m067 Mouse Breast Cancer Cell 4T1 vials
T1916 4T1 Cells 1×106 cells / 1.0 ml

D. PC12 – Model Sel Saraf untuk Penelitian Neurobiologi

Gambar 4. PC12 Cell Line

Gambar 4. PC12 Cell Line

 

Sel pheochromocytoma tikus PC12 merupakan model yang banyak digunakan dalam bidang neurobiologi karena sel-sel tersebut menunjukkan beberapa ciri neuron dopaminergik yang matang. Lini sel PC12 sangat populer di kalangan peneliti karena dapat digunakan untuk bidang farmakologis, kultur yang mudah, serta banyaknya latar belakang terkait proliferasi dan diferensiasi sel tersebut. Apabila sel PC12 dikultur dengan faktor pertumbuhan  saraf (Nerve Growth Factor), sel-sel akan berdiferensiasi menjadi neuron ganglion simpatis secara morfologis dan fungsional.

Nomor Katalog Deskripsi Qty
iCell-0103a PC12 Poorly Differentiated+GFP

Rat Adrenal Pheochromocytoma Cells Poorly Differentiated +Gfp

vials
iCell-r024 PC12(Highly Differentiated)

Rat Adrenal Pheochromocytoma Cells(Highly Differentiated)

vials
iCell-r025 PC12(Undifferentiated)

Rat Adrenal Pheochromocytoma Cells(Undifferentiated)

vials
iCell-r026 PC12(Poorly Differentiated)

Rat Adrenal Pheochromocytoma Cells(Poorly Differentiated)

vials
T8983 PC-12 Cells 1×106 cells / 1.0 ml

E. C6 – Model Glioma untuk Penelitian Tumor Otak

Gambar 5. C6 Cell Line

Gambar 5. C6 Cell Line

 

Lini sel C6 dikembangkan dari tikus Wistar-Furth dewasa. Lini sel glioma ini terdiri dari sel-sel pleomorfik dengan bentuk inti yang bervariasi. Secara genetik, sel C6 memiliki gen wild type p53, peningkatan ekspresi gen Rb, dan lokus p16/Cdkn2a/Ink4a yang bermutasi, tetapi tanpa ekspresi mRNA p16 dan p19ARF6. Sel ini juga mampu mengekspresikan gen-gen yang sama seperti yang diekspresikan glioma pada manusia, yakni:

  1. PDGFβ
  2. Insulin-like Growth Factor (IGF)-1
  3. Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR)
  4. Protein prekursor Erb3/Her3
Nomor Katalog Deskripsi Qty
iCell-r004 C6 Rat Brain Glioma Cells vials

Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak yang tertera pada laman website Indogen berikut. Terima kasih.

Referensi:

  1. Heterogeneity of the NIH3T3 Fibroblast Cell Line – PMC
  2. Fibroblast Primary Cilia are Required for Cardiac Fibrosis – PMC
  3. The Suitability of BV2 Cells as Alternative Model System for Primary Microglia Cultures or for Animal Experiments Examining Brain Inflamm
  4. Characterization of Inflammatory Signals in BV-2 Microglia in Response to Wnt3a
  5. Chapter 40 – Animal Models for Studying Prevention and Treatment of Breast Cancer
  6. PC12 Cell Line: Cell Types, Coating of Culture Vessels, Differentiation and Other Culture Conditions – PMC
  7. C6 cell line: the gold standard in glioma research – PMC

Artikel Terkait:

  1. Sel CHO (Chinese Hamster Ovary) untuk Produksi Protein Terapeutik dan Antibodi Monoklonal: Teknologi, Proses, dan Reagen Pendukung – PT Indogen Intertama
  2. Cell Line dan Sel Primer untuk Pangan: Mengenal Jenis Sel, Peran dalam Penelitian, dan Masa Depan Industri Pangan – PT Indogen Intertama
  3. Referensi Cell Line untuk Studi Kanker? Cek Artikel ini! – PT Indogen Intertama
  4. Primary Cell dan Cell Line dalam Virologi serta Penyakit Menular: Tren Penelitian, Aplikasi Klinis, dan Industri
  5. Webinar-Workshop Cell Culture: “The Significance of Employing Reduced and Serum-Free Media for Stem Cells and Stable Cell Lines in Research” – PT Indogen Intertama