A. Mengenal Sel CHO dalam Bioproduksi Modern dan Keunggulannya

Gambar 1. Chinese Hamster Ovary (CHO) Cell Line
Sel Chinese Hamster Ovary (CHO) merupakan sel mamalia yang kerap digunakan untuk pembuatan antibodi monoklonal (mAb) dan protein terapeutik. Saat ini, terdapat 7 dari 10 obat biologis terlaris yang diproduksi menggunakan sel CHO. Dibalik larisnya obat biologi dari sel CHO, terdapat hasil produksi yang rendah dan tingginya biaya produksi. Namun, terdapat kelebihan dari sel CHO yang menjadikan alasan para produsen terus memproduksi dan mengembangkan produk-produk biologis dari sel CHO. Berikut merupakan keunggulan dari sel CHO:
B. Produk yang Dihasilkan Menggunakan Sel CHO
Hingga saat ini banyak produk yang dihasilkan menggunakan sel CHO. Produk tersebut antara lain antibodi monoklonal (mAb) dan protein terapeutik. Berikut contoh produk dari sel CHO dapat dilihat secara rinci pada Tabel 1.
Tabel 1. Produk yang Dihasilkan Menggunakan Sel CHO
| Produk | Sistem Ekspresi |
| α-galactosidase A | Sel CHO |
| The extracellular CD2-binding portion of the human leukocyte function antigen-3 (LFA-3) linked to the Fc portion of human IgG1 | Sel CHO |
| Acid glucosidase | Sel CHO |
| Tissue plasminogen activator | Sel CHO |
| Factor VIII | Sel CHO |
| Chorionic Ginadotropin | Sel CHO |
| Engineered erythropoietin with 2 extra N-glycans (long-acting) | Sel CHO |
| Bone morphogenic protein 2 (BMP-2) | Sel CHO |
| Deoxyribonuclease I | Sel CHO |
| Erythropoietin | Sel CHO |
| A dimeric fusion protein consisting of the extracellular ligand-binding portion of the human 75 kilodalton (p75) tumor necrosis factor receptor (TNFR) linked to the Fc portion of human IgG1 | Sel CHO |
| Antihemophilic Factor | Sel CHO |
| Factor IX | Sel CHO |
| Follicle-stimulating hormone | Sel CHO |
| N-acetylgalactosamine 4 sulfatase (Arylsulfatase B) | Sel CHO |
| Human hyaluronidase | Sel CHO |
| β-glucocerebrosidase | Sel CHO |
| Interferon beta | Sel CHO |
| α-L-iduronidase | Sel CHO |
| Granulocyte colony stimulating factor (G-CSF) | Sel CHO |
| Luteinizing hormone | Sel CHO |
| Factor VIII with residues744-1637of the B domain deleted | Sel CHO |
| Factor VIII | Sel CHO |
| Osteogenic protein 1 (BMP-7) | Sel CHO |
| Engineered version of tissue plasminogen activator (t-PA) | Sel CHO |
| Thyroid stimulating hormone | Sel CHO |
| Rituximab (Rituxan™)
Indikasi: Chronic lymphocytic leukemia |
Sel CHO |
| Trastuzumab (Herceptin™)
Indikasi: Breast cancer |
Sel CHO |
| Alemtuzumab (Campath™)
Indikasi: Chronic lymphocytic leukemia |
Sel CHO |
| Omalizumab (Xolair™)
Indikasi: Allergic asthma |
Sel CHO |
| Bevacizumab (Avastin™)
Indikasi: Colorectal cancer |
Sel CHO |
| Panitumumab (Vectibix™)
Indikasi: Colorectal cancer |
Sel CHO |
| Tocilizumab (Actemra™)
Indikasi: Rheumatoid arthritis |
Sel CHO |
C. Tahapan Produksi Protein Rekombinan Menggunakan Sel CHO

Gambar 2. Prosedur Pengembangan CHO Cell Line
Proses pengembangan CHO cell line rekombinan mencakup kloning transgenik dan konstruksi vektor, transfeksi dan penyaringan bank sel, penyaringan klon sel stabil, ekspansi klon sel, pembentukan bank sel, serta optimasi proses kultur. Inang CHO DXB11 (dhfr+/li), CHO DG44 (dhfr) dan CHO-GS-/- (CHO-K1SV) telah dihasilkan untuk membuat seleksi klon menjadi lebih mudah dan cepat dengan memanfaatkan penanda metabolik, yaitu sistem seleksi berbasis metotreksat (MTX) yang menggunakan sistem seleksi yang dimediasi oleh dihidrofolat reduktase, serta sistem seleksi berbasis methionine sulfoximine (MSX) yang dimediasi oleh glutamin sintetase. Pada saat yang sama, seleksi MTX berfungsi sebagai sistem amplifikasi gen, yang memungkinkan hasil produk yang tinggi. Klon sel dengan titer protein rekombinan yang tinggi dipilih untuk ekspansi progresif sebelum penyimpanan sel dan evaluasi klon lebih lanjut.

Gambar 3. Teknologi Rekayasa Vektor Ekspresi untuk Produksi Protein Rekombinan
Selanjutnya perlu dilakukan rekayasa sel untuk meningkatkan kepadatan maksimum sel yang hidup, perpanjangan umur kultur sel, dan percepatan laju pertumbuhan spesifik. Akibat integrasi acak gen asing dan gangguan genom, klon sel yang diperoleh selama pengembangan CHO cell line bersifat sangat heterogen. Oleh karena itu, penyaringan sejumlah besar klon sel diperlukan untuk mengisolasi klon dengan produksi tinggi. Terdapat 3 teknologi yang dapat digunakan untuk sorting klon sel, yaitu:
Klon terpilih kemudian dikembangkan menjadi cell bank untuk menjaga konsistensi produksi.

Gambar 4. Kultur fed-batch pada sel CHO. Gen yang menjadi sasaran (GOI) dimasukkan ke dalam sel CHO melalui transfeksi. Sel CHO yang positif digunakan untuk kultur dalam labu pengocok. Selanjutnya, sel CHO dan medium tambahan dimasukkan ke dalam bioreaktor. Dalam mode kultur fed-batch, nutrisi dipantau dan dikendalikan untuk mencapai hasil dan kualitas RTP. Produksi RTP ditunjukkan oleh sistem fed-batch.

Gambar 5. Diagram alur proses pemurnian pada platform mAb yang umum. Kromatografi penyempurnaan dapat menggunakan kolom pertukaran ion, membran, atau kolom mode campuran
Pemilihan strategi pemurnian akan bergantung pada sifat-sifat spesifik sampel dan tingkat kemurnian yang dibutuhkan. Karena sifat-sifat protein yang sangat bervariasi, strategi pemurnian akhir yang paling sesuai untuk satu protein mungkin tidak cocok untuk protein lainnya. Kombinasi langkah-langkah kromatografi yang logis biasanya dapat mencapai tujuan akhir pemurnian protein.
D. Produk dan Reagen Pendukung Riset Sel CHO
INDOGEN dapat membantu menyuplai reagen yang Anda butuhkan untuk riset terkait produk protein rekombinan dari sel CHO. Berikut merupakan daftar produk yang berkaitan dengan riset sel CHO.
Tabel 2. Daftar Produk yang Berkaitan dengan Riset sel CHO.
| Nomor Katalog | Deskripsi | Ukuran |
| CellVerse | ||
| iCell-c003 | Hamster Ovary Cells CHO | vials |
| iCell-c004 | CHO-KI Chinese Hamster Ovary Cell Ki Subcloning | vials |
| iCell-c005 | CHO-K1 Chinese Hamster Ovary Cells Sub-Clone K1 | vials |
| iCell-C003-001b | Culture Medium for CHO | 500 mL
125 mL |
| iCell-C004-001b | Culture Medium for CHO-KI | 500 mL
125 mL |
| iCell-C005-001b | Culture Medium for CHO-K1 | 500 mL
125 mL |
| Elabscience | ||
| CM-0061 | CHO Cell Complete Medium | 125mL×4 |
| SF2001 | CHO Serum-Free Basal Medium | 500 mL |
| SF2003 | CHO Serum-Free Feed B | 10 mL |
| SF2002 | CHO Serum-Free Feed A | 100 mL |
| CM-0062 | CHO-K1 Cell Complete Medium | 125mL×4 |
| CM-1090 | CHO-K1-GFP Cell Complete Medium | 125mL×4 |
| CM-1199 | CHO-K1-LUC Cell Complete Medium | 125mL×4 |
| CM-0488 | CHO/dhFr- [CHO-DXB11] Cell Complete Medium | 125mL×4 |
| 164418 | Mergene1000® CHO-K1 Cell-Specific DNA Transfection Reagent | 100 μL
1 mL 0.5 mL |
| 164428 | Mergene1000® CHO-K1 Cell-Specific mRNA Transfection Reagent | 100 μL
1 mL 0.5 mL |
| PB180225 | 0.25% Trypsin Solution, with EDTA, dissolved in PBS | 500 mL
125 mL |
| abmGood | ||
| T8487 | CHO-F | vial |
| TM098 | Serum-Free CHO Media | 500 mL |
| TM078 | CryoGuard™ Freezing Media | 50 mL |
| G4000 | Susfectin™ Transfection Reagent | 1.0 mL |
| G2500 | DNAfectin™ Plus Transfection Reagent | 1.0 mL |
Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak yang tertera pada laman website Indogen berikut. Terima kasih.
Artikel Terkait:
Referensi:
WhatsApp us