
Gambar 1. Elabscience Inhibitor Screening Kit
A. Apa itu Inhibitor Screening
Inhibitor screening adalah proses pengujian yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi senyawa yang berpotensi menghambat aktivitas suatu target biologis, seperti enzim, protein, reseptor, atau jalur sinyal tertentu. Pengujian ini umumnya digunakan dalam penelitian penemuan dan pengembangan obat (drug discovery) untuk menemukan kandidat senyawa yang memiliki aktivitas penghambatan terhadap target yang diinginkan.
Dalam prosesnya, berbagai senyawa kandidat atau compound library diuji terhadap target tertentu. Aktivitas target kemudian dibandingkan antara kondisi tanpa inhibitor (control) dan dengan inhibitor. Senyawa yang mampu menurunkan aktivitas target secara signifikan dapat dikategorikan sebagai inhibitor potensial.
Hasil inhibitor screening dapat digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas suatu senyawa dalam menghambat target, termasuk menentukan parameter seperti IC₅₀ (half maximal inhibitory concentration), yaitu konsentrasi inhibitor yang diperlukan untuk mengurangi aktivitas target sebesar 50%. Semakin rendah nilai IC₅₀, secara umum menunjukkan bahwa inhibitor memiliki potensi penghambatan yang lebih kuat terhadap target yang diuji.
Secara umum, inhibitor screening dapat dilakukan menggunakan metode biokimia (biochemical assay), berbasis sel (cell-based assay), maupun metode berbasis teknologi seperti high-throughput screening (HTS). Pemilihan metode bergantung pada jenis target, mekanisme penghambatan yang ingin dipelajari, serta tujuan penelitian. Dengan demikian, inhibitor screening menjadi salah satu tahap penting dalam penelitian biomedis karena dapat membantu menyeleksi kandidat inhibitor secara cepat dan sistematis sebelum dilakukan pengujian lebih lanjut mengenai mekanisme kerja, selektivitas, toksisitas, dan efektivitasnya.
B. Area Riset yang Menggunakan Inhibitor Screening
Inhibitor screening digunakan dalam berbagai bidang penelitian, terutama penelitian yang bertujuan untuk memahami fungsi suatu target biologis atau menemukan senyawa yang dapat menghambat aktivitas target tersebut. Beberapa area riset yang banyak memanfaatkan metode ini antara lain:
C. Tren Penelitian Marker pada Inhibitor Screening Assay Elabscience
Untuk melihat tren penelitian marker, berikut beberapa target yang tersedia pada kit Inhibitor Screening Assay Elabscience yang telah kami rangkum berdasarkan prinsip kerja assay dan bidang penelitian yang berkaitan. Hasil rangkuman tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
| Elabscience Cat No. | Nama Produk | Instrumen | Deskripsi |
| E-BC-D002 | Cyclooxygenase-2 (COX-2) Inhibitor Screening Kit | Fluorescence microplate reader(Ex/Em=530 nm/580 nm) | Cyclooxygenase (COX) merupakan enzim yang memiliki dua aktivitas, yaitu aktivitas siklooksigenase dan peroksidase. Enzim ini berperan dalam mengubah asam arakidonat (AA) menjadi prostaglandin G2 (PGG2), kemudian dilanjutkan menjadi prostaglandin H2 (PGH2). Prostaglandin yang dihasilkan berperan dalam berbagai proses fisiologis, termasuk respons inflamasi dan nyeri.
Kit ini digunakan untuk menguji aktivitas COX dan mengetahui kemampuan suatu senyawa dalam menghambat enzim tersebut. Pada pengujian, COX mengubah asam arakidonat menjadi PGG2 dan selanjutnya menghasilkan produk yang dapat dideteksi melalui fluoresensi. Penambahan inhibitor akan menekan aktivitas COX sehingga sinyal fluoresensi yang dihasilkan menjadi lebih rendah. Besarnya efek penghambatan dapat ditentukan berdasarkan tingkat penurunan fluoresensi. |
| E-BC-D022 | Acetylcholinesterase (AChE) Inhibitor Screening Kit | Microplate reader (410-420 nm) | Kit ini digunakan untuk mengukur aktivitas enzim Acetylcholinesterase (AChE) dan mengevaluasi kemampuan suatu senyawa dalam menghambat aktivitas enzim tersebut. AChE berfungsi memecah asetilkolin menjadi kolin dalam proses transmisi sinyal saraf. Pada assay ini, kolin yang terbentuk akan bereaksi dengan color developer dan menghasilkan warna yang dapat diukur pada panjang gelombang 412 nm. Penambahan inhibitor akan mengurangi aktivitas AChE sehingga pembentukan produk dan peningkatan absorbansi menjadi lebih rendah. Semakin besar penurunan absorbansi, semakin kuat aktivitas inhibitor dalam menghambat AChE. |
| E-BC-D016 | Angiotensin Converting Enzyme 1 (ACE1) Inhibitor Screening Kit | Fluorescence microplate reader (Ex/Em=320 nm/420 nm) | Kit ini digunakan untuk mengetahui aktivitas ACE1 serta menilai efektivitas senyawa yang berpotensi sebagai inhibitor ACE1. ACE1 berperan dalam sistem renin-angiotensin dengan mengubah angiotensin menjadi angiotensin II, yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Dalam pengujian ini, aktivitas ACE1 ditentukan berdasarkan pembentukan produk fluoresen dari substrat yang digunakan. Ketika inhibitor ditambahkan, aktivitas ACE1 akan menurun sehingga intensitas fluoresensi yang dihasilkan juga berkurang. Tingkat penghambatan ditentukan berdasarkan besarnya penurunan sinyal fluoresensi setelah penambahan inhibitor. |
| E-BC-D017 | Alpha-Glucosidase Inhibitor Screening Kit | Microplate reader (390-410 nm) | α-Glucosidase merupakan enzim yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dan membantu proses penyerapan glukosa di usus halus. Kit ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur aktivitas inhibitor α-Glucosidase, terutama dalam penelitian terkait pengendalian kadar glukosa dan diabetes melitus tipe 2. Dalam pengujian, aktivitas enzim menghasilkan produk berwarna yang memiliki peningkatan absorbansi pada 400 nm. Adanya inhibitor akan menekan aktivitas α-Glucosidase sehingga pembentukan produk dan laju peningkatan absorbansi menjadi lebih rendah. Besarnya aktivitas penghambatan dapat ditentukan dari perbedaan perubahan absorbansi antara kelompok dengan dan tanpa inhibitor. |
| E-BC-D018 | Alpha-Amylase Inhibitor Screening Kit | Microplate reader (400-410 nm) | α-Amylase merupakan enzim pencernaan yang berperan dalam memecah pati menjadi molekul yang lebih sederhana, seperti glukosa, maltosa, dan dekstrin. Aktivitas enzim ini berpengaruh terhadap proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Oleh karena itu, penghambatan α-Amylase menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam penelitian terkait pengendalian kadar glukosa dan diabetes melitus tipe 2.
Pada kit ini, aktivitas α-Amylase diamati melalui pembentukan produk berwarna dari reaksi dengan substrat, yang menghasilkan peningkatan absorbansi pada 405 nm. Ketika inhibitor ditambahkan, aktivitas α-Amylase ditekan sehingga pembentukan produk dan peningkatan absorbansi menjadi lebih rendah. Tingkat inhibisi ditentukan berdasarkan perbedaan nilai absorbansi antara reaksi dengan dan tanpa inhibitor. |
| E-BC-D003 | Matrix Metalloproteinase 3 (MMP-3) Inhibitor Screening Kit | Fluorescence microplate reader (Ex/Em=325 nm/393 nm) | Aktivitas MMP-3 berkaitan dengan berbagai proses biologis dan patologis, termasuk remodeling jaringan, perbaikan jaringan, inflamasi, invasi dan metastasis tumor, serta penyakit seperti rheumatoid arthritis dan aterosklerosis. Kit ini digunakan untuk menguji kemampuan suatu senyawa dalam menghambat aktivitas protease MMP-3. Pengujian dilakukan menggunakan metode Fluorescence Resonance Energy Transfer (FRET), dengan substrat yang diberi label MCA dan Dnp. Ketika substrat belum dipotong oleh MMP-3, Dnp akan menekan fluoresensi MCA sehingga sinyal fluoresensi rendah. Setelah substrat dipotong oleh MMP-3, MCA dan Dnp terpisah sehingga fluoresensi MCA dapat terdeteksi. Penambahan inhibitor akan mengurangi aktivitas MMP-3 sehingga pemotongan substrat dan pembentukan sinyal fluoresensi ikut menurun. Efek penghambatan inhibitor ditentukan berdasarkan perubahan intensitas fluoresensi yang dihasilkan. |
| E-BC-D007 | Dipeptidyl Peptidase IV (DPP4) Inhibitor Screening Assay Kit | Fluorescence microplate reader (Ex/Em=360 nm/460 nm) | Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP4), atau dikenal juga sebagai CD26, merupakan enzim serin protease yang berperan dalam regulasi metabolisme glukosa. Enzim ini memecah peptida tertentu yang memiliki residu prolin atau alanin pada posisi kedua dari ujung N-terminal. DPP4 juga berperan dalam memecah hormon inkretin yang membantu mengatur kadar insulin dan glukosa dalam tubuh.
Kit ini digunakan untuk mengevaluasi aktivitas DPP4 serta kemampuan suatu senyawa dalam menghambat enzim tersebut. Dalam pengujian, DPP4 memecah substrat dan menghasilkan senyawa fluoresen AMC. Apabila inhibitor ditambahkan, aktivitas DPP4 akan terhambat sehingga jumlah AMC yang terbentuk dan intensitas fluoresensi menjadi lebih rendah. Kemampuan inhibitor ditentukan berdasarkan perubahan nilai fluoresensi yang dihasilkan setelah penambahan senyawa uji. |
| E-BC-D012 | Monoamine Oxidase A (MAO-A) Inhibitor Screening Kit | Fluorescence microplate reader (Ex/Em=535 nm/587 nm) | Monoamine Oxidase-A (MAO-A) merupakan enzim yang berada pada membran mitokondria dan ditemukan pada berbagai jaringan tubuh, termasuk hati, ginjal, saluran pencernaan, dan otak. Enzim ini berperan dalam metabolisme berbagai neurotransmiter, seperti serotonin, dopamin, epinefrin, dan norepinefrin. Penghambatan MAO-A dapat meningkatkan ketersediaan neurotransmiter tersebut, sehingga aktivitas MAO-A menjadi salah satu target dalam penelitian terkait depresi, penyakit neurodegeneratif, dan gangguan kardiovaskular.
Kit ini digunakan untuk menilai aktivitas MAO-A dan mengidentifikasi kemampuan suatu senyawa dalam menghambat enzim tersebut. MAO-A akan mengkatalisis substrat dan menghasilkan senyawa yang bersifat fluoresen. Ketika inhibitor ditambahkan, aktivitas enzim akan ditekan sehingga pembentukan senyawa fluoresen berkurang. Tingkat efektivitas inhibitor kemudian ditentukan berdasarkan besarnya penurunan sinyal fluoresensi yang dihasilkan. |
Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut dapat menghubungi kami PT. Indogen melalui email sales.indogen@gmail.com atau melalui WhatsApp pada link berikut https://wa.me/6281293185185
Artikel terkait lainnya :
Referensi :
WhatsApp us