Kenali Mikropipet dan Sesuaikan dengan Kebutuhan

Kenali Mikropipet dan Sesuaikan dengan Kebutuhan

Sebelum membahas mikropipet, mari sedikit mengenal terlebih dahulu terkait pipet. Pipet merupakan alat di laboratorium yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dengan volume tertentu dari satu wadah ke wadah lain. Adapun mikropipet merupakan jenis pipet yang dapat mengukur suatu volume cairan hingga tingkat mikroliter.

A. Tipe Mikropipet

1. Berdasarkan Volumenya

Terdapat dua jenis mikropipet berdasar pengaturan volumenya, yaitu

A. Fixed Volume

Mikropipet fixed volume merupakan jenis mikropipet yang hanya memiliki 1 volume spesifik dengan akurasi yang tinggi.

B. Adjustable Volume

Mikropipet adjustable volume merupakan jenis mikropipet yang volumenya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan peneliti. Umumnya range yang terdapat pada mikropipet terdapat dalam list berikut.

  • 5-10μl
  • 2-20μl
  • 5-50μl
  • 10-100μl
  • 20-200μl
  • 50-300μl
  • 100-1000μl
  • 1-5ml

2. Berdasarkan Jumlah Channel

Mikropipet berdasarkan jumlah channelnya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu single channel dan multi channel. Pemilihan mikropipet ini dapat disesuaikan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Mikropipet Multichannel biasa digunakan untuk riset terkait elisa kit, nucleic acid extraction, dan lainnya.

3. Berdasarkan Mekanisme Perpindahannya

  1. Air Displacement Micropipettes
    Mikropipet ini menghasilkan volume cairan yang terukur, umumnya antara sekitar 0,1 μl hingga 1000 μl (1 ml), tergantung pada ukurannya. Terdapat ruang udara antara piston dengan cairan. Ideal digunakan untuk sampel air (aqueous sample) atau aplikasi yang melibatkan pemipetan standar.
  2. Positive Displacement Micropipettes
    Mikropipet jenis ini didasarkan pada prinsip yang sama dengan mikropipet Air Displacement. Salah satu perbedaan utamanya adalah adanya syringe mikro (plastik) disposable di mana piston bersentuhan langsung dengan cairan sample. Ini digunakan untuk sampel radioaktif, korosif, padat dan kental serta aplikasi seperti PCR dan teknik amplifikasi DNA.

4. Mikropipet Elektrik

Mikropipet ini mengurangi aktivitas periset menekan tombol yang akan menggerakkan piston. Pergerakan piston akan dibantu oleh tenaga listrik yang mengalir.

Gambar 2. Mikropipet Elektrik

Gambar 2. Mikropipet Elektrik

B. Aplikasi Penggunaan Mikropipet

Mikropipet dapat diaplikasikan hampir untuk semua jenis penelitian. Mulai dari Bioteknologi, penelitian dan pengembangan farmasi, diagnosis klinis, sistem medis, lembaga penelitian ilmiah, lembaga pendidikan tinggi, keamanan pangan, pemantauan lingkungan, inspeksi dan karantina, identifikasi forensik, budidaya hewan air, pengujian pihak ketiga, dan berbagai industri lainnya.

C. Cara Penggunaan Mikropipet

Penggunaan mikropipet yang benar akan berpengaruh pada keawetan mikropipet itu sendiri. Berikut merupakan cara penggunaan mikropipet yang benar.

  1. Atur volume yang diinginkan dengan memutar pengatur volume.
  2. Pasang tip disposable sesuai ukuran mikropipet yang telah tertata pada wadah dengan menancapkan ujung mikropipet ke pangkal tip.
  3. Tekan knop penyedot sampai pembatas pertama.
  4. Sedot cairan dengan membenamkan tip ke dalam cairan yang akan dipindahkan hingga volume yang diinginkan.
  5. Keluarkan sampel dari pipet hingga pembatas kedua.
  6. Setelah selesai, tip dilepaskan dengan cara menekan Ejector.
  7. Kembalikan mikropipet dalam kondisi volume terbesar.

Cara perawatan mikropipet dapat Anda baca disini.

D. Cara Kalibrasi Mikropipet

Pengukuran volume pada suatu khususnya  riset analitik sangat penting. Apabila terdapat kesalahan dalam pipetting suatu sampel akan menyebabkan kesalahan besar di akhir pengujian. Oleh karena itu, mikropipet perlu dikalibrasi untuk mengurangi dan menghindari kesalahan. Acuan kalibrasi termuat dalam ISO  8655-2  yang menjelaskan  tentang  spesifikasi  teknis piston  pipet  dan  ISO  8655-6  yang menjelaskan  tentang  penggunaan  metode gravimetri  untuk  perhitungan  volume mikropipet. Berikut merupakan cara kalibrasi mikropipet.

Alat dan Bahan:

  1. Mikropipet yang Akan Dikalibrasi dan Tip
  2. Air Distilasi
  3. Gelas Beaker
  4. Termometer
  5. Tabel Kepadatan Air Distilasi dengan Suhu
  6. Timbangan Semi-Mikro dengan ketelitian minimal 0,0001 g
  7. Kertas untuk Menulis Hasil
  8. Kalkulator

Cara Kalibrasi:

  1. Diamkan air distilasi selama 15-20 menit untuk memastikan suhu yang konsisten.
  2. Gunakan termometer untuk mengukur suhu air distilasi.
  3. Taruh gelas beaker kosong dan bersih ke timbangan.
  4. Timbang berat gelas beaker.
  5. Pastikan mikropipet bersih dan siap digunakan.
  6. Saat mengisi mikropipet hingga volume yang akan dikalibrasi (misalnya 1 ml) dengan air distilasi, pastikan tidak ada gelembung udara yang terbentuk di dalam flask dan mikropipet.
  7. Tuangkan air distilasi ke dalam gelas beaker menggunakan mikropipet.
  8. Gunakan timbangan untuk mengukur berat air distilasi.
  9. Ulangi tahap tersebut setidaknya 5-10 kali dan catat setiap pengukuran.
  10. Gunakan rumus V = W x Z untuk menghitung volume air distilasi yang tertuang dari pipet.
    W = berat air distilasi
    Z = faktor konversi berdasarkan densitas air
    V = volume air distilasi yang tertuang dengan pipet
  11. Suhu air menentukan densitasnya, itulah mengapa penting untuk menjaga suhu air tetap konstan sebisa mungkin. Lewati langkah ini jika Anda memiliki perangkat lunak yang secara otomatis melakukan hal tersebut.
  12. Rata-ratakan hasil. Jika Anda melakukan 10 kali tes, bagi penjumlahan dari 10 tes dengan 10.
  13. Berat rata-rata air distilasi adalah W dalam persamaan rumus. Anda dapat menyelesaikan persamaan secara manual atau menggunakan perangkat lunak.
  14. Langkah berikutnya adalah menentukan akurasi pipet, baik secara manual maupun melalui perangkat lunak. Jika Anda harus melakukannya secara manual, gunakan rumus:A = singkatan dari Akurasi
    Vavg = rata-rata volume
    V0 = nilai yang ditetapkan untuk pipet untuk melakukan dispensing
    Disarankan agar nilai tersebut berada antara 99% dan 101%.
  15. Catat hasilnya. Jika mikropipet telah dikalibrasi dengan benar, Anda dapat menggunakannya. Jika hasilnya terus-menerus salah, jangan gunakan pipet tersebut atau perbaiki sebelum menggunakannya kembali.

Artikel Terkait:

  1. Tips Merawat Mikropipet yang Benar – PT Indogen Intertama
  2. Tips Memilih Mikropipet yang Tepat – PT Indogen Intertama

Referensi :

  1. (PDF) EVALUASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN PADA KALIBRASI MIKROPIPET
  2. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/Micropipettes Guide
  3. (PDF) Micropipette