Peran Biolabware dan Fengshi dalam Desain Housing dan Manajemen Hewan Percobaan Kelinci dan Primata Non-Manusia

Peran Biolabware dan Fengshi dalam Desain Housing dan Manajemen Hewan Percobaan Kelinci dan Primata Non-Manusia

Peran Biolabware dan Fengshi dalam Desain Housing dan Manajemen Hewan Percobaan Kelinci dan Primata Non-Manusia

Pendahuluan

Penggunaan hewan dalam penelitian sudah berlangsung sejak lama. Hal ini bertujuan untuk memahami dari segi anatomi dan fisiologi. Hewan percobaan dalam penelitian memainkan peran penting dalam banyak kemajuan ilmiah dan medis, serta terus membantu pemahaman kita tentang penyakit manusia, pengembangan terapi dan penyembuhan baru. Hewan percobaan seperti kelinci dan primata non-manusia menjadi model penting dalam berbagai penelitian biomedis termasuk farmakologi, toksikologi, dan pengembangan vaksin karena karakteristik fisiologi dan respon imunologisnya yang relevan dengan manusia (Intan dan Khariri, 2020).

Penggunaan hewan laboratorium semacam ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab etika — pemeliharaan, housing, dan manajemen yang tepat bukan hanya penting untuk kesejahteraan hewan, tetapi juga meningkatkan validitas dan reproducibility data penelitian. Prinsip animal welfare merupakan fondasi etis dan ilmiah dalam memelihara hewan percobaan. Konsep yang umum digunakan adalah Five Freedoms (bebas lapar & haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit/luka/penyakit, bebas berekspresi perilaku alami, dan bebas dari takut & stres) yang menjadi tolok ukur kesejahteraan hewan di fasilitas penelitian (SKHP IPB, 2012). Penerapan prinsip tersebut tidak hanya etis tetapi juga mempengaruhi hasil ilmiah: hewan yang mengalami stres kronis atau kondisi housing yang buruk menunjukkan variabilitas data lebih tinggi dan risiko artefak yang membingungkan interpretasi ilmiah (Wyatt, 2018).

Desain dan Standar Housing Hewan Percobaan

Housing Kelinci

Kelinci (sebagai non-rodent model) sering dipilih dalam studi reproduksi, imunologi, dan aplikasi toksikologi tertentu. Untuk meningkatkan kesejahteraannya, pengayaan lingkungan berbasis makanan, terutama jerami (hay), terbukti paling efektif karena dapat menarik perhatian kelinci lebih lama dibandingkan benda non-makanan. Pemilihan alat pengayaan harus memperhatikan keamanan agar tidak menyebabkan cedera, misalnya dengan menghindari benda tajam atau rantai yang terlalu panjang. Kandang yang memadai, minimal seluas 6 kaki persegi per kelinci, serta adanya tempat bersembunyi dan pembatas visual, penting untuk mendukung interaksi sosial yang sehat.

Housing untuk kelinci di laboratorium memerlukan perhatian pada ruang gerak, ventilasi, dan bahan kandang yang aman. Konstruksi kandang biasanya menggunakan material plastik atau stainless steel dengan lantai grid yang dirancang untuk mengurangi cedera kaki dan meminimalkan pengembangan luka kaki pada kelinci (Fillman-Holiday dan Landi, 2002). Ruang yang cukup dan ventilasi memberikan lingkungan yang minim akumulasi ammonia (dari urin) dan memperbaiki kesejahteraan hewan secara keseluruhan serta kualitas data. Desain housing yang baik mempertimbangkan stimulus lingkungan (enrichment) sehingga kelinci dapat menampilkan perilaku alamiah seperti eksplorasi, grooming, atau makan pada jadwal yang mendukung kenyamanan fisik dan psikisnya.

Gambar 1. Kelinci dalam pengayaan lingkungan(Fillman-Holiday dan Landi, 2002)

Gambar 1. Kelinci dalam pengayaan lingkungan (Fillman-Holiday dan Landi, 2002)

Housing Primata Non-Manusia

Primata non-manusia (NHP) memiliki kebutuhan housing lebih kompleks dibandingkan kelinci atau rodent karena kecerdasan dan sifat sosialnya yang tinggi; kebutuhan untuk mengekspresikan perilaku sosial dan eksploratif; dan sensitivitas terhadap stres sosial atau isolasi. Dalam prakteknya, housing primata harus menyediakan ruang yang memungkinkan interaksi sosial yang aman, serta peralatan enrichments seperti struktur bertingkat, cabang atau platform untuk merangsang perilaku eksplorasi dan motorik. Studi-studi manajemen housing menunjukkan bahwa social housing (teman sekandang) memiliki dampak positif pada kesejahteraan primata dibandingkan isolasi individual, termasuk penurunan perilaku abnormal dan level stres fisiologis yang lebih rendah.

Primata non-manusia sering merasa sangat takut ketika dipaksa untuk ditangani secara langsung. Meskipun prosedur seperti suntikan dan pengambilan darah terlihat sederhana, tindakan tersebut tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan jika hewan harus ditahan secara paksa atau dikeluarkan dari kandangnya. Berbeda dengan hewan pengerat tertentu yang telah lama dibudidayakan untuk penelitian, primata tidak melalui proses adaptasi serupa, sehingga mereka lebih rentan mengalami stres dan penderitaan.

Karena bersifat sosial, primata merasa lebih aman jika hidup berkelompok, sementara pemeliharaan secara individu dapat memicu perilaku abnormal. Berbagai bentuk pengayaan lingkungan, seperti pemberian buah, kacang, mainan teka-teki, serta media untuk mencari makan, terbukti dapat mengurangi perilaku stereotip dan meningkatkan aktivitas. Selain itu, pengayaan pasif seperti televisi, cermin, dan suara alam juga bermanfaat. Secara keseluruhan, pemeliharaan sosial merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan primata dan mengurangi perilaku tidak normal, terutama pada primata muda.

Gambar 2. Standar luas minimum kandang bagi primata non-manusia berdasarkan ETS 123 (Wyatt, 2018)

Gambar 2. Standar luas minimum kandang bagi primata non-manusia berdasarkan ETS 123 (Wyatt, 2018)

Instalasi dan Desain Fasilitas

Desain fasilitas harus mendukung workflow penelitian, biosafety, dan kesejahteraan hewan secara simultan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Zoning area meliputi area masuk bersih, zona prosedur, area pemeliharaan, serta zona karantina yang terpisah untuk menghindari kontaminasi silang.
  2. Sistem kontrol lingkungan (temperature, humidity, air flow) yang konsisten penting untuk menjaga kondisi fisiologi hewan serta meningkatkan reproducibility percobaan.

Selain aspek teknis, desain harus mempertimbangkan ergonomi untuk teknisi dan peneliti, termasuk akses mudah ke housing untuk feeding, cleaning, dan observasi tanpa menyebabkan iritasi atau distress untuk hewan.

Manajemen Hewan Percobaan

Prinsip Husbandary

Manajemen yang baik mencakup:

  • Feeding dan watering sesuai kebutuhan spesies (nutrisi lengkap dan air ad-libitum)
  • Monitoring kesehatan harian (vital signs, perilaku makan, dan aktivitas),
  • Penanganan hewan dan restrain yang minim stres dengan prosedur yang sudah distandarisasi.

Untuk primata, manajemen sosial dan pengayaan perilaku adalah komponen esensial. Pemberian stimulus kognitif, akses interaksi sosial, dan pelatihan perilaku (misalnya positif reinforcement) terbukti mengurangi stres serta mendukung kesejahteraan hewan dalam penelitian.

Peran Monitoring dan Teknologi

Upaya refinement modern termasuk penggunaan monitoring otomatis untuk menilai vital signs dan aktivitas tanpa perlu gangguan tangan manusia, yang dapat mengurangi respon stres pada hewan. Teknologi semacam ini membantu mendapatkan data objektif dan kontinu yang sangat mendukung evaluasi kondisi welfare dalam setup percobaan jangka panjang.

Kepatuhan Etika dan Regulasi

Standar internasional seperti Animal Welfare Act di Amerika Serikat menyediakan kerangka legal minimal untuk aturan housing, care, dan pelaksanaan penelitian terhadap hewan termasuk kelinci dan primata non-manusia. Organisasi akreditasi seperti AAALAC International dan panduan global seperti Guide for the Care and Use of Laboratory Animals menyediakan referensi ilmiah yang sering dijadikan patokan fasilitas riset untuk mempertahankan standar kesejahteraan hewan.

Housing, instalasi, dan manajemen hewan percobaan bukan sekadar urusan ruang dan fasilitas, namun merupakan aspek integral yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan hewan, etika penelitian, dan kualitas data ilmiah. Dengan pendekatan desain yang tepat, penggunaan teknologi monitoring, serta implementasi prinsip etika seperti animal welfare dan 3R (Replacement, Reduction, Refinement), fasilitas riset dapat mencapai keseimbangan antara kebutuhan penelitian dengan tanggung jawab terhadap makhluk hidup yang digunakan dalam studi.

Produk Biolabware dan Fengshi

Kami menaruh perhatian penuh pada pengadaan kebutuhan animal research untuk penelitian Anda. Untuk kategori tersebut, kami menawarkan produk dari brand Biolabware dan Fengshi yang sudah lama menjadi primadona dan jawaban atas kebutuhan di laboratorium percobaan hewan. Berikut produk yang dapat kami suplai.

Nomor Katalog Foto Produk Spesifikasi
Biolabware
BL-RC12+R SS BL-RC12+R SS ●      Rabbit Cage, SS304

●      Material: Stainless Steel

●      Cage Dimension: 420*500*350mm

●      Rack Dimension: 2000*650*1700mm

BL-RRA3KG BL-RRA3KG ●      Rabbit Restrainer, for 3kg

●      Material: PVC, D: 450*150*160mm

Fengshi
HLS-2

 

 

HLS-2 Stainless steel monkey cage (double layer)

 

Size: 850x900x2270 mm

 

GHL-2 GHL-2 Stainless steel dog and monkey dual-use cage (double layer)

 

Size: 1000x1000x2200 mm

 

HL-2 HL-2 Stainless steel monkey cage (double layer)

 

Size: 900x1000x2080mm

 

HLC-4 HLC-4 Stainless steel combined monkey cage

Size: 1370x710x2100 mm

 

XHL-1 XHL-1 Stainless steel monkey cage (single)

 

Size: 700x660x780mm

 

 

XHL-4 XHL-4 Stainless steel monkey cage (four groups)

 

Size: 1590x800x2080mm

HL-4

 

HL-4 Stainless steel rigid monkey cage (combined)

 

Size: 1400x960x1930 mm

HL-9

 

HL-9 Big stainless steel monkey cage

Size: 2100x1500x2000mm

 

HLY-2 HLY-2 Stainless steel monkey cage (double layer)

 

Size: 800x900x2080mm

  Stainless steel stamped rabbit cage Stainless steel stamped rabbit cage

Size (Size): 420x500x350mm

  Stainless steel rabbit cage Stainless steel rabbit cage

Size: 420x500x350mm

  Stainless steel small rabbit cage Stainless steel small rabbit cage

Size: 350x500x320mm

 

RS-3

 

RS-3 New type rabbit cage (three cages)

 

Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak yang tertera pada laman website Indogen berikut. Terima kasih.

Referensi :

Dondin Sajuthi, P. Drh., MST., Ph.D. (2012, 28 Juni). Prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) di dalam penelitian biomedis. SKHB IPB University

Fillman-Holliday, D., & Landi, M. S. (2002). Animal care best practices for regulatory testing. ILAR Journal, 43(Suppl_1), S49–S58. https://doi.org/10.1093/ilar.43.Suppl_1.S49

Intan, P. R., & Khariri, K. (2020). Pemanfaatan hewan laboratorium yang sesuai untuk pengujian obat dan vaksin. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 6(1), 48–53. https://doi.org/10.24252/psb.v6i1.15524

Pal, M., Abdeta, T. R., Bekele, A., Zende, R., Nair, A., & Upadhyay, D. (2025). A comprehensive review of laboratory animals use in biomedical research: Welfare concerns and alternative approaches. American Journal of Biomedical Research, 13(2), 29–36. https://doi.org/10.12691/ajbr-13-2-2

Wyatt, J. D. (2018). Large (nonagricultural) animal enclosures and housing. In R. H. Weichbrod, G. A. H. Thompson, & J. N. Norton (Eds.), Management of animal care and use programs in research, education, and testing (2nd ed., Chapter 22). CRC Press/Taylor & Francis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500415/

Artikel Terkait

  1. https://indogen.id/biolabware/
  2. https://indogen.id/apa-itu-ivc-individually-ventilated-cage/
  3. https://indogen.id/kandang-metabolik-untuk-tikus-dan-mencit/
  4. https://indogen.id/panduan-memilih-kandang-tikus-laboratorium-sesuai-standar/
  5. https://indogen.id/panduan-memilih-kandang-tikus-dan-kandang-mencit-untuk-percobaan-di-laboratorium/
  6. https://indogen.id/pelatihan-manajemen-pemeliharaan-dan-pengembangbiakan-hewan-laboratorium-di-fakultas-farmasi-universitas-gadjah-mada/