A. Definisi Immortalisasi Sel
Immortalisasi sel merujuk pada proses di mana sel-sel yang awalnya memiliki jumlah pembelahan terbatas (misalnya sel primer) diubah menjadi sel yang dapat membelah secara tak hingga di dalam kultur, sehingga membentuk immortal cell line. Jenis sel ini sangat penting dalam penelitian kanker, virologi, pengembangan obat, dan produksi vaksin karena memberikan sumber materi biologis yang stabil, murah, dan dapat direproduksi.
B. Jenis Immortalisasi Sel
Jenis sel yang dapat mengalami immortalisasi cukup beragam, baik berdasarkan asal jaringannya maupun mekanisme yang menyebabkannya. Secara umum, sel kanker epitel sering menjadi sumber utama immortal cell line, seperti HeLa (dari adenokarsinoma serviks), A549 (karsinoma paru manusia), MCF‑7 (adenokarsinoma payudara), dan HepG2 (karsinoma hepatoseluler). Sel‑sel ini biasanya telah mengalami mutasi genetik yang mengaktifkan telomerase dan menonaktifkan gen penghambat siklus sel, sehingga mampu membelah tanpa batas.
Selain sel epitel, sel mesenkimal dan ginjal juga dapat immortal, misalnya HEK293 yang berasal dari ginjal embrio manusia dan sering digunakan sebagai sel host untuk ekspresi protein dan vektor viral. Di sisi lain, sel darah dan imun juga dapat menjadi immortal, antara lain limfoblas B yang diinduksi oleh infeksi virus Epstein‑Barr (EBV) dan hibridoma yang dihasilkan dari fusi sel plasma B dengan sel myeloma, yang dipakai untuk produksi antibodi monoklonal. Secara mekanisme, immortalisasi dapat terjadi secara spontan pada sel kanker, melalui infeksi virus onkogenik (seperti HPV pada serviks dan EBV pada sel B), maupun melalui rekayasa genetik seperti ekspresi gen telomerase (hTERT) atau onkogen tertentu (misalnya SV40 Large T‑antigen) pada sel primer. Dengan demikian, jenis sel immortal mencakup berbagai tipe jaringan dan kondisi, tetapi semuanya memiliki karakter utama: kemampuan membelah secara tak terbatas yang membuatnya sangat berguna untuk penelitian dasar maupun aplikasi bioteknologi dan kedokteran.
C. Cara Kerja

Gambar. 1 Sc : Abm Good, Telomer adalah daerah berulang dari DNA yang membentuk “topi” pelindung di ujung kromosom, melindungi kromosom dari kerusakan. Setelah setiap putaran siklus sel berikutnya, telomer‑telomer ini menjadi lebih pendek, suatu proses yang pada akhirnya menyebabkan sel memasuki fase senescens di mana sel berhenti membelah.
Pada dasarnya, dimulai dengan proses di mana sel‑sel yang awalnya memiliki jumlah pembelahan terbatas diubah menjadi sel yang dapat membelah tanpa akhir, dengan mengatasi mekanisme penuaan dan kematian sel normal. Pada sel normal, setiap kali membelah, telomer di ujung kromosom akan memendek; ketika telomer mencapai panjang kritis, sel akan mengalami senescence atau krisis lalu mengalami kematian. Sel kanker dan sel immortal berhasil menghindari kondisi ini melalui upregulasi atau re‑aktivasi enzim telomerase, yang mampu memperbanyak dan memperpanjang telomer kembali, sehingga siklus pembelahan sel tidak terhenti oleh pemendekan telomer.
Selain peran telomerase, immortalisasi juga sering melibatkan gangguan pada gen pengatur siklus sel dan apoptosis, seperti p53 dan pRb. Protein onkogenik (misalnya E6 dan E7 pada infeksi HPV) dapat menghambat fungsi p53 dan pRb, sehingga faktor transkripsi pendorong siklus sel (seperti E2F) terlepas dari penghambatan dan apoptosis ditekan, sementara signifikansi p16INK4a meningkat dan telomerase teraktivasi, sehingga sel terus membelah tanpa mengalami kematian terprogram. Di laboratorium, immortalisasi dapat diinduksi secara eksperimental dengan memasukkan gen telomerase (hTERT), gen virus onkogenik (misalnya SV40 Large T‑antigen), atau melalui infeksi virus tertentu seperti Epstein‑Barr yang mengubah sel B menjadi limfoblas immortal, sehingga sel‑sel tersebut dapat dipelihara dalam kultur jangka panjang
D. Berbagai Metode Immortalisasi Sel
E. Aplikasi Immortalisasi Sel
Aplikasi sel immortal sangat luas karena sifatnya yang dapat dibudidayakan tanpa batas dan relatif seragam dalam perilaku biologis. Secara umum, penggunaan utama sel immortal meliputi:
Produk Immortalisasi Sel dari Brand ABM Good
ABM Good didirikan 20 tahun lalu sebagai perusahaan pertama di industri yang memperkenalkan teknologi, produk, dan layanan imortalisasi sel. Pencapaian ini menjadikan abm sebagai pelopor sekaligus pemimpin utama di bidang imortalisasi sel, yang berpuncak pada publikasi laporan teknik di jurnal Science pada 21 November 2014.
Selama dua dekade terakhir, ABM Good telah berhasil mengembangkan perpustakaan sel yang paling komprehensif dengan lebih dari 600 garis sel unik yang berasal dari sel primer manusia, tikus, dan hewan peliharaan utama. Garis‑garis sel ini telah mendukung penelitian mutakhir dan pengembangan obat di bidang kesehatan maupun industri hewan peliharaan. Contohnya meliputi:
Tabel 1. Immortalized Cell Lines dari brand ABM Good
| No. Cat | Deskripsi |
| T0434 | Immortalized Common Bottlenose Dolphin Kidney Cells (TK-ST) |
| T0719 | Immortalized Marmoset Hepatic Progenitor Cells |
| T0686 | Immortalized Mouse Promyelocyte Cells (MPRO C.2) – SV40 |
| T0726 | Immortalized Human Neonatal Foreskin Keratinocytes (HKc16E6/E7-II) |
| T0276 | Immortalized Mouse Brain Endothelial Cells – SV40 |
| T0621 | Immortalized Human Adrenocortical Cells – hTERT + SV40 |
| T0406 | Immortalized COPD Bronchial/Trachael Epithelial Cells – SV40T |
| T2510 | Mouse Rad9 -/- Embryonic Stem Cells |
| T2611 | Zebrafish Testicular Feeder Cells (ZtA6-12) |
| T9040 | Immortalized Mouse Cerebellar Capillary Endothelial Cells – SV40 |
| T9097 | Immortalized Rat Retinal Capillary Endothelial Cells – SV40 |
| T9233 | Immortalized Human Hair Follicle Inner Root Sheath Cell Line – SV40 + hTERT |
| T9249 | Immortalized Human Hair Germinal Matrix Cells – SV40 |
| T9282 | Immortalized Antler Cell Line 001 (Cervus nippon Temminck) -SV40T |
| T9285 | Immortalized Human Prostate Cancer-Associated Fibroblasts (CAF) – SV40 |
| T9288 | Immortalized Human Articular Fluid Mesenchymal Stem Cells (HSF-MSC) -SV40 |
| T9289 | Immortalized Human Small Salivary Gland Epithelial Cell Line -SV40 |
| T9296 | Immortalized Human Endometrial Epithelial Cells – SV40 |
| T9308 | Immortalized Human Skin Keratinocytes-SV40 |
| T9309 | Immortalized Fetal Sheep Hippocampal Neuron Cells – SV40 |
| T9264 | Immortalized Mouse Cardiac Microvascular Endothelial Cells – SV40 + hTERT |
| T9303 | Immortalized Human Breast Phyllodes Tumour Cells (DHJM) – HPV16 E6/E7 |
| T9435 | Immortalized Human Pancreatic Cancer Associated Fibroblast Cells – SV40
|
| T9436 | Immortalized Maxillary Sinus Mucosal Mesenchymal Stem Cells – SV40 |
| T9430 | Immortalized Human Pancreatic Stromal Cells (3223) – hTERT + SV40 |
| T9441 | Immortalized Human Pancreatic Gland Fibroblasts – SV40 |
| T9403 | Immortalized Human Meningioma Cells – SV40T |
| T9416 | Immortalized Goat Testis Cells – SV40 |
| T9450 | Immortalized Human Liver Fibroblasts – SV40 |
| T9451 | Immortalized Human Benign Phyllodes Tumor Cell Line (BPTPC2)-HPV |
| T9452 | Immortalized Mouse Umbilical Vein Endothelial Cell Line – SV40 |
| T9453 | Immortalized NFR-/- C57/B6J Mouse Fibroblasts – SV40T |
| T9455 | Immortalized Sheep Endometrial Epithelial Cells – SV40 |
| T9458 | Immortalized Rat Ureteral Smooth Muscle Cell Line – SV40 |
Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut dapat menghubungi kami PT. Indogen melalui email sales.indogen@gmail.com atau melalui WhatsApp pada link berikut https://wa.me/6281293185185
Artikel Terkait :
Referensi :
WhatsApp us