Simak Dasar, Prosedur dan Hal yang Diperhatikan untuk memilih Kultur Sel Aspirator pada Artikel berikut!

Simak Dasar, Prosedur dan Hal yang Diperhatikan untuk memilih Kultur Sel Aspirator pada Artikel berikut!

Simak Dasar, Prosedur dan Hal yang Diperhatikan untuk memilih Kultur Sel Aspirator pada Artikel berikut!

Kultur sel merupakan salah satu metode yang sangat kompleks dalam dunia riset biologis. Hal ini dikarenakan sel adalah item biologis dengan tingkat “fragility” yang sangat tinggi sehingga membutuhkan handling yang sangat ketat juga environment yang mendukung pertumbuhannya. Selain itu medium yang digunakan sebagai sumber makanan untuk sel berbeda antara satu sel dengan lainnya. Begitu kompleks sehingga dunia sains terus menerus menciptakan dan mengembangkan item yang dapat mempermudah proses kultur sel sehingga efektifitas dan efisien riset dan pengembangan terkait sel dapat ditingkatkan. Salah satu sistem yang dapat membantu mempermudah kultur sel adalah sistem aspirasi untuk sel kultur yang akan dibahas pada artikel berikut.

Dasar Aspirasi Sel Kultur

Aspirasi atau penyedotan adalah teknik yang umum digunakan dalam teknologi biologi modern, seperti kultur sel, untuk menghilangkan media cair. Kultur sel mengacu pada proses mengkultur sel eukariotik atau prokariotik dalam lingkungan yang terkontrol, memungkinkan sel-sel tersebut tumbuh dan berkembang biak dalam media kultur. Di laboratorium, aspirasi sering digunakan untuk menghilangkan media kultur yang dimetabolisme oleh sel menggunakan vakum yang dihasilkan oleh pompa aspirasi. Sistem aspirasi kultur sel adalah perangkat vakum laboratorium yang digunakan untuk menyedot dan membuang media kultur cair, supernatan, serta limbah kimia secara aman dari wadah kultur sel (seperti flask). Sistem ini dilengkapi dengan pompa vakum, botol penampung, dan alat penyedot genggam. Beberapa kegunaan sistem tersebut adalah

Berikut merupakan produk Cell Culture Aspirator dari Miulab: ZK-26E Liquid suction vacuum pump

Gambar 1. Miulab ZK-26E Liquid suction vacuum pump

Gambar 1. Miulab ZK-26E Liquid suction vacuum pump

Fitur:

  1. Braket penyimpan aksesori filter hisap tersedia di kedua sisi alat, memudahkan penyimpanan dan pengambilan aksesori tersebut.
  2. Dilengkapi standar dengan gagang filter hisap multifungsi dan 5 jenis aksesori kepala hisap untuk memenuhi beragam kebutuhan eksperimen penyedotan.
  3. Desain tutup botol limbah cair yang kedap udara serta sambungan penyegel tipe quick-insertion memudahkan pelepasan botol dari unit utama dan pembuangan limbah cair.
  4. Tersedia mode kontrol normally open dan mode kontrol sakelar kaki untuk memenuhi berbagai kebutuhan eksperimen.
  5. Botol limbah cair, perlengkapan filter hisap, dan filter piringan (dish filter) semuanya dapat disterilkan menggunakan autoklaf.
  6. Terdapat sakelar pelindung ketinggian cairan di dalam botol limbah untuk mencegah cairan meluap dan tersedot ke dalam ruang pompa, sehingga menjamin kelancaran proses filtrasi hisap.
  7. Terdapat filter PTFE berbentuk piringan di antara botol dan pompa untuk melindungi lingkungan dari polusi gas berbahaya.
  8. Konektor cepat (quick connector) dengan mekanisme penguncian otomatis memungkinkan pelepasan dari saluran pipa secara cepat dan mudah, sehingga memudahkan pembersihan botol limbah dengan aman.
  9. Dilengkapi pompa vakum bebas minyak berkualitas tinggi yang tidak memerlukan perawatan, beroperasi dengan kebisingan rendah, dan memiliki masa pakai yang lama.

Prosedur Dasar Kultur Sel

  1. Thawing sel: Cairkan sel beku dengan cepat dalam penangas air 37°C selama kurang lebih 1 menit untuk mencegah kerusakan sel.
  2. Kultur sel: Tergantung pada jenis dan konsentrasi sel, campurkan sel secara menyeluruh dengan media kultur dan biarkan sel beristirahat di dalam inkubator untuk dibudidayakan.
  3. Subkultur sel: Pemindahan sel melibatkan pengenceran sel yang telah mencapai konfluensi tinggi dengan media baru untuk mendukung perbanyakan berkelanjutan dalam kultur. Tidak disarankan untuk melakukan pembiakan sel pada fase stasioner karena sel cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase pertumbuhan logaritmik setelah penanaman. Selain itu, akumulasi asam laktat dalam kultur padat dapat mempengaruhi metabolisme sel.
  4. Kriopreservasi: Larutkan kembali sel dalam medium dengan 5% hingga 10% DMSO (Dimetil sulfoksida) dan 30% hingga 50% FBS (Serum Sapi Janin) lalu bekukan pada suhu -80 °C.
  5. Penghitungan sel: Hitung sel dengan bilik Neubauer atau penghitung otomatis lainnya, lalu hitung konsentrasi sel.

Berikut perbedaan prosedur kultur untuk sel adheren dan sel suspensi:

Sel Adheren (Monolayer):

  1. Keluarkan bahan sedang dari piring.
  2. Cuci sel-sel tersebut dengan larutan garam seimbang bebas kalsium dan magnesium, seperti larutan garam fosfat atau larutan garam seimbang Hanks.
  3. Tambahkan agen pelepas, seperti tripsin, dan inkubasi pada suhu 37°C hingga sel-sel terlepas sepenuhnya dari cawan petri. Waktu inkubasi dapat berkisar antara 2 hingga 20 menit, tergantung pada jenis selnya.
  4. Larutkan kembali sel-sel dalam medium segar dan pipet secara menyeluruh untuk mendapatkan suspensi sel tunggal. Jika medium Anda tidak mengandung serum, perlu untuk menonaktifkan agen pelepasan, misalnya, dengan menambahkan penghambat tripsin.
  5. Ukur jumlah total sel dengan melakukan teknik penghitungan sel.
  6. Pindahkan sel-sel tersebut ke cawan petri baru dengan kepadatan sel yang diinginkan.

Sel Suspensi:

  1. Kumpulkan sel beserta mediumnya dan lakukan sentrifugasi singkat pada 150–300 xg selama 3–5 menit untuk memisahkan sel menjadi pelet.
  2. Buang medium dan suspensikan kembali sel secara perlahan menggunakan larutan garam seimbang. Lakukan sentrifugasi singkat lagi pada 150–300 xg selama 3–5 menit untuk mengendapkan sel.
  3. Buang larutan garam dan suspensikan kembali sel-sel dalam medium segar. Ukur jumlah total sel menggunakan metode penghitungan sel yang sesuai.
  4. Pindahkan sel-sel tersebut ke cawan petri baru dengan kepadatan sel yang diinginkan.

Hal yang harus diperhatikan dalam sistem ini adalah handling cairan termasuk penanganan dan pembuangan. Limbah cair organik yang mengandung bahan kimia berbahaya , seperti klorin, harus dikumpulkan dalam wadah yang sesuai dan diberi label dengan benar untuk memastikan penanganan dan pembuangan yang aman. Cairan kimia yang tidak berbahaya dapat dikumpulkan di dalam wadah sampah umum yang diperuntukkan untuk cairan atau minyak. Cairan seperti media kultur sel atau supernatan harus diberi perlakuan dengan konsentrasi desinfektan yang sesuai, seperti pemutih (natrium hipoklorit), untuk menonaktifkan sel secara efektif sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Limbah biomedis lainnya, termasuk cawan petri dan bahan habis pakai lainnya, harus ditempatkan dalam kantong limbah biomedis dan disterilkan menggunakan autoklaf sebelum dibuang. Penting untuk mematuhi peraturan dan pedoman setempat mengenai pembuangan limbah biomedis yang tepat.

Dapat disimpulkan dari artikel ini adalah bahwa kultur sel merupakan salah satu proses paling canggih di laboratorium biologi dan medis untuk membiakkan serta memperbanyak sel eukariotik dan prokariotik dengan menyediakan media esensial untuk pertumbuhan serta mineral dan nutrisi yang diperlukan sebagai sumber makanan. Dalam proses ini, aspirator digunakan untuk menangani media kultur serta membuang media tersebut setelah mengalami metabolisme oleh sel hidup. Aspirator berfungsi menyedot media dari cawan petri sehingga media baru dapat diaplikasikan untuk menumbuhkan jenis sel yang berbeda. Alat ini bekerja dengan cara menyedot media menggunakan tekanan vakum, menjadikannya peralatan yang sangat penting di laboratorium sains.

Selain itu, aspirator digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti ekstraksi RNA/DNA, pengambilan cairan supernatan dari berbagai wadah di laboratorium, serta pembuangan limbah cair di laboratorium biologi, medis, dan bahkan laboratorium yang menangani bahan radioaktif. Penggunaan alat ini memastikan bahwa hasil penelitian bebas dari kesalahan atau kekeliruan, sehingga memberikan hasil yang akurat dan presisi tanpa keraguan. Sebelumnya, mikropipet digunakan untuk mengambil cairan yang tidak diinginkan dari wadah sampel; namun saat ini, aspirator vakum lebih banyak digunakan karena mampu mengambil material tanpa mengganggu sampel asli yang sedang diamati, sekaligus menjamin akurasi hasil dan eksperimen di berbagai laboratorium, khususnya di bidang sains dan biologi.

Berikut yang dapat kami informasikan terkait sistem aspirasi sel kultur. Apabila ingin memesan alat sistem aspirasi sel maupun berdiskusi lebih lanjut terkait kultur sel dapat menghubungi kami pada link berikut.

Source:

https://www.integra-biosciences.com/global/en/aspiration-systems

https://imrali.co.uk/role-of-vacuum-aspirator-in-cell-culture/

https://miulab.com/en/product/ZK-26E.html

https://www.rocker.com.tw/en/application/aspiration/