Cuma di Artikel ini Anda Bisa Menemukan Kelebihan, Kekurangan serta Aplikasi Setiap Jenis Kolom HPLC dari Nacalai

Cuma di Artikel ini Anda Bisa Menemukan Kelebihan, Kekurangan serta Aplikasi Setiap Jenis Kolom HPLC dari Nacalai

Cuma di Artikel ini Anda Bisa Menemukan Kelebihan, Kekurangan serta Aplikasi Setiap Jenis Kolom HPLC dari Nacalai

Dalam analisis kimia modern, kolom HPLC memiliki peran yang sangat penting karena menjadi tempat utama terjadinya proses pemisahan komponen dalam sampel. Pemilihan jenis kolom yang tepat akan sangat mempengaruhi kualitas hasil analisis, mulai dari tingkat resolusi, selektivitas, hingga kecepatan pemisahan. Karena itu, pemahaman mengenai karakteristik berbagai jenis kolom HPLC menjadi hal yang penting sebelum menentukan metode analisis yang paling sesuai.

Gambar 1. Kolom Cosmosil Oleh Nacalai Tesq

Gambar 1. Kolom Cosmosil Oleh Nacalai Tesq

Secara umum, kolom HPLC dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan mekanisme pemisahannya, seperti fase terbalik (RPC), fase normal (NPC), pertukaran ion (IEX), eksklusi ukuran (SEC), dan interaksi hidrofilik (HILIC). Informasi mengenai berbagai jenis kolom tersebut dapat ditemukan pada produk kolom HPLC yang tersedia dari berbagai produsen, salah satunya adalah Nacalai Tesque yang menyediakan beragam pilihan kolom dengan berbagai jenis untuk mendukung kebutuhan analisis kromatografi. Setiap jenis kolom memiliki prinsip kerja, kelebihan, dan keterbatasan yang berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan sifat analit dan tujuan analisis. Dengan memahami perbedaan ini, pengguna dapat menentukan kolom yang paling efektif untuk menghasilkan pemisahan yang optimal. Yuk kita kulik lebih jauh!

A.   Kolom Fase Terbalik (Reverse Phase Chromatography/RPC)

Kolom RPC merupakan jenis kolom yang paling banyak digunakan dalam teknik HPLC. Pada kolom ini, fase diam bersifat nonpolar atau hidrofobik, sedangkan fase geraknya bersifat polar, umumnya berupa campuran air dengan pelarut organik seperti metanol atau asetonitril. Prinsip pemisahan pada RPC didasarkan pada interaksi hidrofobik antara senyawa yang dianalisis dengan fase diam. Senyawa yang lebih nonpolar akan berinteraksi lebih kuat dengan fase diam sehingga memiliki waktu retensi yang lebih lama dibandingkan senyawa yang lebih polar.

Kolom fase terbalik memiliki berbagai kelebihan yang menjadikannya pilihan utama dalam analisis kimia. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya memberikan pemisahan yang sangat baik untuk berbagai senyawa organik, terutama senyawa nonpolar hingga semipolar. Selain itu, kolom RPC memiliki resolusi yang tinggi sehingga mampu memisahkan senyawa dengan struktur kimia yang sangat mirip. Reproduksibilitas hasil analisis juga sangat baik, sehingga waktu retensi dan hasil pemisahan dapat diperoleh secara konsisten pada setiap pengujian. Kelebihan lainnya adalah fleksibilitas dalam pengaturan komposisi fase gerak, yang memungkinkan optimasi kondisi analisis sesuai dengan karakteristik sampel. Kolom ini juga kompatibel dengan berbagai jenis detektor, seperti detektor UV-Vis, fluoresensi, maupun spektrometri massa (MS), sehingga mendukung analisis kualitatif dan kuantitatif dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi.

Di samping berbagai kelebihannya, kolom fase terbalik juga memiliki beberapa keterbatasan. Kolom ini kurang efektif untuk memisahkan senyawa yang sangat polar karena senyawa tersebut cenderung memiliki interaksi yang lemah dengan fase diam sehingga keluar lebih cepat tanpa pemisahan yang optimal. Penggunaan RPC juga memerlukan pelarut organik berkualitas tinggi, seperti metanol atau asetonitril, yang relatif mahal dan menghasilkan limbah kimia yang perlu dikelola dengan baik. Selain itu, kolom dapat mengalami penyumbatan apabila sampel yang dianalisis masih mengandung partikel atau pengotor, sehingga proses preparasi sampel menjadi sangat penting. Fase diam pada kolom juga dapat mengalami degradasi jika digunakan pada kondisi pH yang terlalu ekstrem atau terkena pelarut yang tidak sesuai, sehingga umur pakai kolom dapat berkurang.

Karena memiliki kemampuan pemisahan yang tinggi, kolom fase terbalik banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang. Dalam industri farmasi, RPC digunakan untuk analisis kadar obat, pengujian kemurnian bahan aktif, serta identifikasi produk degradasi obat. Di bidang pangan, kolom ini dimanfaatkan untuk menentukan kadar vitamin, pengawet, pewarna, pemanis, serta mendeteksi residu pestisida dalam produk makanan dan minuman. Pada bidang lingkungan, RPC digunakan untuk menganalisis berbagai polutan organik yang terdapat dalam air, tanah, maupun limbah industri. Sementara itu, dalam bidang bioteknologi dan biokimia, kolom fase terbalik banyak digunakan untuk pemisahan peptida, protein, dan biomolekul lainnya. Selain itu, RPC juga berperan penting dalam analisis klinis, seperti pengukuran kadar obat dalam plasma, analisis hormon, metabolit, dan biomarker, serta dalam industri kosmetik untuk mengidentifikasi bahan aktif dan zat tambahan pada berbagai produk.

Pada metode ini, kolom yang menggunakan silika gel dengan gugus oktadesil terikat (octadecylsilane, C18 atau ODS) menjadi pilihan yang paling umum karena mampu memberikan efisiensi pemisahan yang optimal terhadap berbagai jenis senyawa.

Tersedia beberapa jenis kolom C18 dengan karakteristik pemisahan yang berbeda yang bisa Anda temukan dari brand Nacalai, antara lain COSMOSIL 3C18-EB, C18-MS-II, C18-AR-II, dan C18-PAQ. Masing-masing kolom dirancang dengan sifat selektivitas yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan karakteristik senyawa yang dianalisis dan kebutuhan metode pemisahan. Spesifikasinya bisa anda temukan pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Spesifikasi COSMOSIL 3C18-EB, C18-MS-II, C18-AR-II, dan C18-PAQ (Sc: Standard Reversed Phase Columns)

Packing Material 3C18-EB C18-MS-II C18-AR-II C18-PAQ
USP Code L1 L1 L1 L1
Silica Gel High Purity Porous Spherical Silica
Average Particle Size 3 µm 3, 5, 15 µm 5, 15 µm
Average Pore Size approx. 120 Å
Specific Surface Area approx. 300 m2/g
Stationary Phase Stationary Phase 1 Stationary Phase 2
Octadecyl Group
Bonding Type Monomeric Polymeric
Main Interaction Hydrophobic Interaction
End Capping Treatment Near-perfect Treatment
Carbon Content approx. 14.5% approx. 16% approx. 17% approx. 11%
pH Range 2-10* 1.5-7.5* 2-7.5
Feature This phase with a better end-capping treatment offers improved peak shape and separation particularly

for basic compounds.

This phase is recommended for most applications but particularly effective for basic compounds. This phase is recommended for separations requiring acidic mobile phase conditions. It also shows superior molecular shape selectivity to monomeric type C18columns. This phase is designed to offer superior retention of polar compounds and excellent reproducibility in highly aqueous mobile phases, even in 100% aqueous.

Kolom HPLC berbasis silika gel memiliki rentang pH optimum antara 2,0 hingga 7,5.

Fase diam konvensional seperti kolom C18 tidak selalu mampu memberikan selektivitas yang optimal untuk memisahkan senyawa-senyawa yang memiliki tingkat hidrofobisitas yang serupa. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tersedia berbagai jenis kolom dengan fase diam yang dirancang secara khusus, seperti seri kolom COSMOSIL, yang menawarkan karakteristik selektivitas berbeda. Kolom-kolom ini mampu meningkatkan efisiensi pemisahan senyawa-senyawa yang memiliki struktur kimia serupa dan sulit dipisahkan menggunakan kolom C18 konvensional, sehingga memberikan kinerja analisis yang lebih baik pada analit dengan karakteristik yang kompleks.

Tabel 2. Spesifikasi Columns Cholester, PBr, πNAP PYE NPE (Sc:Reversed Phase Specialty Columns)

Packing Material Cholester PBr πNAP PYE NPE
USP Code L101
Silica Gel High Purity Porous Spherical Silica
Particle Size 5 µm
Pore Size approx. 120Å
Specific Surface Area approx. 300 m2/g
Stationary Phase
Cholesteryl Group

Cholesteryl Group

Pentabromobenzyl group

Pentabromobenzyl group

Naphthylethyl Group

Naphthylethyl Group

Pyrenylethyl Group

Pyrenylethyl Group

Nitrophenylethyl Group

Nitrophenylethyl Group

Bonding Type Monomeric
Main Interaction Hydrophobic Interaction

Molecular Shape Selectivity

Hydrophobic interaction

Dispersion force

Hydrophobic Interaction

π-π Interaction

Hydrophobic Interaction

π-π Interaction

Dispersion Force

Charge-transfer Interaction

Hydrophobic Interaction

π-π Interaction

Dipole-dipole Interaction

End Capping Treatment Near-perfect treatment
Carbon Content approx. 20% approx. 8% approx. 11% approx. 18% approx. 9%
pH Range 2–7.5
Feature Usable under the same conditions as C18

High molecular shape selectivity

Separate hydrophilic compounds in reversed phase conditions Stronger π-π interaction than phenyl column Strongest π-π interaction Dipole-dipole interaction

B. Kolom Fase Normal (Normal Phase Chromatography/NPC)

Pada Kolom NPC fase diam bersifat polar, umumnya menggunakan silika (silica gel) atau alumina, sedangkan fase geraknya bersifat nonpolar, seperti heksana, kloroform, atau campuran pelarut organik lainnya. Mekanisme pemisahan pada kromatografi fase normal didasarkan pada perbedaan afinitas senyawa terhadap fase diam yang polar. Senyawa yang memiliki polaritas lebih tinggi akan berinteraksi lebih kuat dengan fase diam sehingga memiliki waktu retensi yang lebih lama, sedangkan senyawa yang kurang polar akan terelusi lebih cepat.

Kolom fase normal memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya tetap relevan dalam analisis tertentu. Salah satu kelebihan utamanya adalah kemampuannya memisahkan senyawa-senyawa yang bersifat sangat polar, yang sering kali sulit dipisahkan menggunakan kromatografi fase terbalik. Selain itu, NPC memberikan selektivitas yang baik terhadap senyawa dengan gugus fungsi polar, sehingga efektif untuk memisahkan isomer atau senyawa dengan struktur yang mirip tetapi memiliki tingkat polaritas yang berbeda. Metode ini juga sangat sesuai untuk analisis senyawa yang tidak larut dalam air atau rentan mengalami degradasi pada fase gerak yang mengandung air. Dalam beberapa kasus, kromatografi fase normal mampu menghasilkan resolusi yang lebih baik dibandingkan metode fase terbalik, terutama untuk senyawa lipid, fosfolipid, sterol, dan berbagai senyawa alami.

Meskipun demikian, kolom fase normal juga memiliki kekurangan. Penggunaan pelarut nonpolar yang mudah menguap dan mudah terbakar, seperti heksana, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati serta sistem ventilasi yang memadai. Selain itu, fase diam silika sangat sensitif terhadap kelembapan karena molekul air dapat teradsorpsi pada permukaan silika dan mengubah karakteristik pemisahan. Kondisi ini dapat menyebabkan waktu retensi menjadi kurang konsisten sehingga reproduksibilitas analisis lebih rendah dibandingkan kromatografi fase terbalik. Di samping itu, jumlah pelarut yang dapat digunakan sebagai fase gerak relatif lebih terbatas, sehingga fleksibilitas dalam pengembangan metode analisis juga menjadi lebih rendah.

Kolom fase normal dalam industri farmasi, NPC digunakan untuk pemisahan senyawa kiral tertentu, analisis bahan baku, serta karakterisasi senyawa antara pada proses sintesis obat. Di bidang pangan, metode ini dimanfaatkan untuk analisis lipid, trigliserida, fosfolipid, vitamin larut lemak, dan komponen lemak lainnya. Pada bidang kimia organik, kromatografi fase normal sering digunakan untuk pemurnian hasil sintesis serta pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan polaritasnya. Selain itu, NPC juga banyak diterapkan dalam analisis produk petrokimia, minyak atsiri, kosmetik, dan berbagai senyawa alami yang memiliki karakteristik polar.

Untuk jenis Kolom ini, Anda bisa gunakan COSMOSIL SL-II. Spesifikasinya bisa Anda temukan di bawah ini.

Tabel 3. Spesifikasi COSMOSIL SL-II

Packing Material SL-II
USP Code L3
Silica Gel High Purity Porous Spherical Silica
Average Particle Size 3, 5, 15 µm
Average Pore Size approx. 120 Å
Specific Surface Area approx. 300 m2/g
Stationary Phase ●      High purity Silica Gel (>99.99%) with specially treatment

●      Suitable for preparative separation

C. Kolom Pertukaran Ion (Ion Exchange Chromatography/IEX)

Kolom IEX digunakan untuk memisahkan senyawa berdasarkan perbedaan muatan listriknya. Pada metode ini, fase diam mengandung gugus fungsi bermuatan positif atau negatif yang mampu berinteraksi secara elektrostatis dengan ion atau molekul bermuatan dalam sampel, sedangkan fase geraknya berupa larutan penyangga (buffer) dengan pH dan kekuatan ion tertentu. Mekanisme pemisahan terjadi melalui proses pertukaran ion antara analit dan gugus bermuatan pada fase diam. Senyawa dengan muatan yang berlawanan terhadap fase diam akan tertahan lebih lama, sedangkan senyawa dengan afinitas yang lebih rendah akan terelusi lebih cepat.

Kolom pertukaran ion memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya banyak digunakan dalam analisis biomolekul dan senyawa ionik. Salah satu kelebihan utamanya adalah kemampuannya memisahkan senyawa berdasarkan perbedaan muatan secara selektif dan efisien. Metode ini sangat efektif untuk analisis protein, peptida, asam amino, asam nukleat, serta berbagai ion anorganik. Selain itu, IEX menawarkan kapasitas pemisahan yang tinggi dan mampu memberikan resolusi yang baik, terutama untuk senyawa yang memiliki ukuran molekul serupa tetapi berbeda muatan. Kondisi pemisahan juga dapat dioptimalkan dengan mengatur pH maupun konsentrasi garam pada fase gerak, sehingga metode ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengembangan prosedur analisis.

Namun, pengembangan metode analisis umumnya lebih kompleks karena memerlukan optimasi pH, jenis buffer, serta kekuatan ion agar diperoleh pemisahan yang optimal. Perubahan kecil pada kondisi tersebut dapat memengaruhi waktu retensi dan efisiensi pemisahan. Selain itu, kolom ini hanya efektif untuk senyawa yang memiliki muatan listrik, sehingga kurang sesuai untuk analisis senyawa netral. Penggunaan larutan penyangga dengan konsentrasi garam yang tinggi juga dapat menyulitkan proses deteksi menggunakan spektrometri massa (MS) serta memerlukan tahap pembersihan kolom yang lebih intensif untuk menjaga performanya.

Dalam industri farmasi, IEX digunakan untuk pemurnian protein terapeutik, antibodi monoklonal, vaksin, serta pengendalian mutu bahan baku dan produk biologis. Pada bidang bioteknologi, metode ini dimanfaatkan untuk memisahkan enzim, peptida, protein rekombinan, dan biomolekul lainnya berdasarkan perbedaan muatan. Dalam analisis lingkungan, kolom pertukaran ion digunakan untuk menentukan kadar ion anorganik, seperti nitrat, nitrit, sulfat, fosfat, dan amonium dalam air maupun limbah. Selain itu, IEX juga banyak diterapkan dalam analisis pangan untuk menentukan kandungan ion mineral, asam organik, dan komponen bermuatan lainnya yang memengaruhi kualitas produk.

Seri Nacalai COSMOGEL IEX merupakan kolom kromatografi yang dirancang untuk pemisahan senyawa berdasarkan mekanisme pertukaran ion (ion exchange). Seri ini tersedia dalam tiga jenis bahan pengemas (packing material), yaitu tipe penukar anion, penukar kation, dan penukar zwitterion. Selain itu, tersedia tiga jenis kolom yang dapat dipilih sesuai kebutuhan analisis, yaitu kolom untuk analisis presisi tinggi, analisis berkecepatan tinggi, dan pemurnian (purification). Jenisnya bisa Anda temukan di bawah ini.

Tabel 4. Spesifikasi Seri Nacalai COSMOGEL IEX

Ion exchange mode Anion exchange type Cation exchange type zwitterion exchange type
filler Q type QN type S-shaped SN type M type MN type
Silica gel /

average particle size

Hydrophilic polymer / 5 µm
Average aperture 1000 Å Non-porous 1000 Å Non-porous 1000 Å Non-porous
functional groups -CH3N + ( CH3 ) 3​ ( CH₂ ) ₃SO₃- -CH 3 N + (CH 3 ) 3

+ -(CH 2 ) 3 SO 3

Protein carrying capacity 110-150 mg 12-20 mg 70-100 mg 10-18 mg 55-75 mg(BSA)/ml 6-10 mg(BSA)/ml
BSA/ml-resin human IgG/ml-resin 35-50 mg(IgG)/ml 5-9 mg(IgG)/ml
Target sample Acidic Proteins / DNA Basic Proteins All Proteins
Application areas Purification and Refinement Ultra-high speed analysis Precise analysis Purification and Refinement Ultra-high speed analysis Precise analysis Purification and Refinement Precise analysis
Column dimension

ID x Length (mm)

4.6 x 50 4.6 x 30 4.6 x 100 4.6 x 50 4.6 x 30 4.6 x 100 4.6 x 50 4.6 x 100

 D. Kolom Eksklusi Ukuran (Size Exclusion Chromatography/SEC)

Size Exclusion Chromatography (SEC) merupakan teknik pemisahan dalam kromatografi cair yang memanfaatkan perbedaan ukuran molekul sebagai dasar pemisahannya. Berbeda dengan metode kromatografi lain yang bergantung pada interaksi kimia antara analit dan fase diam, SEC bekerja berdasarkan kemampuan molekul untuk masuk ke dalam pori-pori material pengisi kolom. Fase diam pada metode ini umumnya berupa matriks berpori, seperti gel berbasis silika atau polimer, yang memiliki ukuran pori tertentu. Ketika sampel melewati kolom, molekul berukuran besar akan melewati jalur di luar pori sehingga bergerak lebih cepat, sedangkan molekul berukuran lebih kecil akan masuk ke dalam pori-pori dan membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari kolom.

Salah satu keunggulan utama kromatografi eksklusi ukuran adalah mekanisme pemisahannya yang relatif sederhana dan tidak menyebabkan perubahan struktur pada molekul yang dianalisis. Karena tidak bergantung pada interaksi hidrofobik, ionik, maupun ikatan kimia tertentu, metode ini sangat sesuai digunakan untuk senyawa yang mudah mengalami perubahan struktur, terutama biomolekul seperti protein dan asam nukleat. Selain itu, SEC dapat digunakan untuk memperkirakan ukuran molekul, menentukan distribusi berat molekul, serta mengidentifikasi keberadaan agregat dalam suatu sampel. Metode ini juga memiliki tingkat selektivitas yang baik untuk pemisahan molekul berukuran besar hingga makromolekul.

Efisiensi pemisahan metode ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan ukuran molekul, sehingga senyawa dengan ukuran yang hampir sama akan sulit dipisahkan secara optimal. Selain itu, kapasitas sampel yang dapat dimasukkan ke dalam kolom cenderung lebih rendah dibandingkan metode kromatografi lainnya agar kualitas pemisahan tetap terjaga. Pemilihan jenis kolom juga harus disesuaikan dengan rentang ukuran molekul yang akan dianalisis karena ukuran pori fase diam menentukan kemampuan pemisahan. Apabila ukuran molekul berada di luar rentang kerja kolom, hasil pemisahan yang diperoleh dapat menjadi kurang efektif.

Dalam penerapannya, SEC banyak digunakan pada bidang yang membutuhkan karakterisasi dan pemisahan molekul berukuran besar. Pada industri farmasi dan bioteknologi, metode ini sering digunakan untuk mengevaluasi kemurnian protein, memantau pembentukan agregat pada produk biologis, serta melakukan pengujian kualitas molekul terapeutik. Dalam bidang penelitian biokimia, SEC dimanfaatkan untuk memisahkan berbagai makromolekul seperti protein, enzim, polisakarida, dan asam nukleat berdasarkan ukuran molekulnya. Selain itu, metode ini juga berperan dalam analisis polimer untuk menentukan distribusi massa molekul dan karakteristik struktur suatu material. Pada sektor pangan, SEC dapat digunakan untuk mempelajari komponen makromolekul, seperti protein dan karbohidrat kompleks yang terdapat dalam bahan makanan.

E. Kolom Interaksi Hidrofilik (Hydrophilic Interaction Liquid Chromatography/HILIC)

Kolom HILIC merupakan salah satu metode kromatografi cair yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemisahan senyawa-senyawa dengan polaritas tinggi. Metode ini menggunakan fase diam yang bersifat polar, seperti silika, amida, diol, atau fase diam bermuatan tertentu, sementara fase geraknya berupa campuran pelarut organik dengan kandungan air dalam jumlah rendah. HILIC memanfaatkan terbentuknya lapisan air pada permukaan fase diam sebagai media interaksi antara analit dan kolom. Senyawa polar akan berpartisi ke dalam lapisan air tersebut serta mengalami interaksi tambahan, seperti ikatan hidrogen atau interaksi elektrostatik, sehingga memungkinkan terjadinya pemisahan berdasarkan tingkat polaritas dan sifat hidrofiliknya.

Salah satu keunggulan utama metode HILIC adalah kemampuannya dalam menganalisis senyawa yang sangat polar dan hidrofilik, yang umumnya sulit dipisahkan menggunakan kromatografi fase terbalik. Penggunaan fase gerak dengan kandungan organik tinggi juga memberikan beberapa keuntungan, seperti kompatibilitas yang baik dengan deteksi spektrometri massa (mass spectrometry/MS) karena menghasilkan ionisasi yang lebih efisien. Selain itu, HILIC dapat menghasilkan retensi yang lebih baik terhadap molekul kecil yang bersifat polar, seperti metabolit, karbohidrat, nukleotida, dan senyawa ionik. Metode ini juga memiliki kelebihan berupa efisiensi pemisahan yang tinggi serta konsumsi air yang lebih rendah dibandingkan beberapa metode kromatografi cair lainnya.

Namun, mekanisme pemisahannya cukup kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti komposisi fase gerak, kadar air, pH, kekuatan ion, dan karakteristik permukaan fase diam. Perubahan kecil pada kondisi analisis dapat menyebabkan perubahan waktu retensi sehingga optimasi metode sering kali membutuhkan proses yang lebih panjang. Selain itu, keseimbangan antara fase diam dan fase gerak perlu dijaga dengan baik karena kolom HILIC membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai kondisi stabil. Tidak semua jenis sampel dapat dianalisis secara optimal menggunakan metode ini, terutama senyawa yang memiliki polaritas rendah.

Kolom HILIC banyak digunakan dalam berbagai bidang analisis, terutama untuk senyawa-senyawa polar dan biomolekul kecil. Dalam bidang farmasi, metode ini digunakan untuk menganalisis bahan aktif obat, metabolit obat, serta senyawa pengotor yang memiliki sifat sangat polar. Pada bidang metabolomik dan biokimia, HILIC berperan penting dalam pemisahan metabolit, asam amino, peptida kecil, nukleosida, dan senyawa yang terlibat dalam jalur metabolisme sel. Dalam industri pangan, metode ini dapat diterapkan untuk analisis gula, pemanis, vitamin larut air, serta komponen polar lainnya. Selain itu, HILIC juga banyak dimanfaatkan dalam penelitian lingkungan dan klinis untuk mendeteksi berbagai senyawa polar dalam sampel kompleks.

COSMOSIL HILIC adalah kolom kromatografi interaksi hidrofilik dari Nacalai Tesque yang menggunakan fase stasioner silika terikat triazol. Kolom ini sangat baik untuk memisahkan senyawa yang sangat polar dan bermuatan tanpa memerlukan reagen pasangan ion. Spesifikasinya sebagai berikut :

Tabel 5. Spesifikasi COSMOSIL HILIC

Packing Material HILIC
USP Code L104
Silica Gel High Purity Porous Spherical Silica
Average Particle Size 5 µm
Average Pore Size approx. 120Å
Specific Surface Area approx. 300 m2/g
Stationary Phase Stationary Phase table 5
Interactions Hydrophilic Interaction, Anion Exchange
Suitable Samples Hydrophilic Compounds, Acidic Compounds
Features Suitable for non-retaining by C18

Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut dapat menghubungi kami PT. Indogen melalui email sales.indogen@gmail.com atau melalui WhatsApp pada link berikut https://wa.me/6281293185185

Artikel terkait lainnya :

  1. Mengenal Kolom HPLC (High Performance Liquid Chromatography) dengan COSMOSIL® Columns dari Nacalai Tesque Japan)
  2. Webinar-Workshop HPLC : “Revealing the Promise of High-Performance Liquid Chromatography (HPLC): A Thorough Overview of Theory, Instrumentation, Benefits, Limitations, and Applications”
  3. Metode Pengujian Halal Makanan dengan Teknik HPLC

Referensi :

  1. COSMOSIL® by Nacalai
  2. Advantages and Disadvantages of High-Performance Liquid Chromatography (HPCL)
  3. A Comprehensive Review on High Performance Liquid Chromatography (HPLC): Introduction, Theory, Instrumentation, Advantages, Limitations and Applications