
Gambar 1. Sesi Foto Bersama Seluruh Peserta Workshop HPLC
PT Indogen Intertama beserta dan Nacalai tesq Japan bekerja sama dengan Sekolah Ilmu Hayati dan Teknologi Institute Teknologi Bandung (Lab. Analisis Bahan Alam), telah berhasil melaksanakan webinar dan workshop HPLC dengan tema “Revealing the Promise of High-Performance Liquid Chromatography (HPLC): A Thorough Overview of Theory, Instrumentation, Benefits, Limitations, and Applications”. Acara tersebut di selenggarakan pada 17 hingga 18 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan serta melatih personel laboratorium dan peneliti Indonesia mengenai dasar pengoperasian HPLC untuk analisis dan kuantifikasi senyawa dalam sampel. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut di berbagai bidang seperti pangan, farmasi, kesehatan, dan lingkungan. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman tentang metode HPLC, persiapan alat dan bahan, analisis data, serta troubleshooting.
A. Webinar HPLC
Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 17 Juni 2026 dan diikuti oleh peserta dari berbagai institusi hingga sektor industri. Seminar ini menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai topik yang dibahas, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab. Dengan partisipasi peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman dan meningkatkan kompetensi peserta. Selain itu juga terdapat pengenalan produk berbagai Column HPLC secara detail oleh Nacalai tesq yang dapat membantu riset Anda!
Topik menarik yang di angkatkan oleh narasumber sebagai berikut :
B. Workshop HPLC
Pada tanggal 18 Juni 2026, telah dilaksanakan workshop di Laboratorium Analisis Bahan Alam, SITH ITB. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari ekstraksi sampel, analisis menggunakan HPLC hingga pengolahan data hasil analisis.
Sampel yang digunakan berupa beras dan kacang kedelai untuk menentukan kandungan Tocopherol dan Tocotrienol. Tocopherol dan Tocotrienol merupakan dua bentuk vitamin E yang banyak ditemukan pada tumbuhan dan berfungsi sebagai antioksidan larut lemak. Kedua senyawa tersebut memiliki perbedaan struktur kimia dan aktivitas biologis.
1. Persiapan Sampel untuk Analisis HPLC

Gambar 2. Proses Ekstraksi yang Dipandu oleh Ibu Rizka Purnamawati, M.Si
Persiapan sampel adalah langkah krusial dalam proses HPLC karena menentukan keakuratan, presisi, dan umur pakai kolom serta instrumen secara langsung. Persiapan yang baik menghilangkan interferen, menyesuaikan matriks dengan fase gerak, dan memastikan volume serta konsentrasi injeksi konsisten sehingga hasil analitik valid dan dapat diulang. Sampel yang akan digunakan memiliki treatment yang berbeda sebelum dilakukan running HPLC, sehingga setiap sampel perlu dipersiapkan sesuai dengan karakteristik dan perlakuan awalnya agar hasil analisis tetap akurat dan dapat direproduksi.
Saat workshop sampel yang digunakan beras dan kedelai, maka treatment ekstraksi yang dilakukan sebagai berikut :
2. Fase Gerak/Mobile Phase Delivery
Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang mengalir melewati kolom untuk membawa sampel dan membantu memisahkan komponen-komponennya berdasarkan interaksi dengan fase diam. Komposisi fase gerak sangat menentukan waktu retensi, bentuk puncak, dan resolusi pemisahan, sehingga harus dipilih sesuai sifat analit dan jenis kolom yang digunakan.
Pada HPLC fase terbalik, fase gerak biasanya bersifat lebih polar, misalnya campuran air dengan metanol atau asetonitril, sedangkan pada fase normal fase geraknya cenderung nonpolar. Karena itu, pemilihan fase gerak yang tepat penting agar analisis stabil, hasil akurat, dan pemisahan senyawa menjadi optimal.

Gambar 3. Kolom COSMOSIL dari Nacalai Tesque Japan
Saat workshop, kolom HPLC yang digunakan merek Nacalai Tesq Japan dengan dua tipe, yaitu [38020-41] COSMOSIL 5C18-MS-II Packed Column ukuran 4.6 mm I.D. x 250 mm dengan ukuran partikel 5 µm yang menggunakan fase gerak methanol, serta [08086-31] COSMOSIL πNAP Packed Column ukuran 4.6 mm I.D. x 250 mm dengan ukuran partikel 5 µm yang menggunakan fase gerak methanol/H2O (90:10).
Methanol kualitas HPLC dan air deionisasi terlebih dahulu disaring menggunakan corong Büchner dengan pompa vakum untuk menghilangkan partikel atau kotoran yang dapat menyumbat kolom HPLC maupun sistem injeksi. Setelah itu, kedua pelarut dicampur untuk membentuk eluen dengan rasio sesuai kebutuhan metode. Campuran eluen kemudian disonikasi untuk menghilangkan gas atau gelembung udara yang terlarut dalam pelarut, sehingga eluen siap digunakan pada analisis HPLC.
Nacalai tesq Japan juga menyediakan berbagai tipe kolom HPLC lainnya yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan Anda, untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut dapat menghubungi kami PT. Indogen melalui email sales.indogen@gmail.com atau melalui WhatsApp pada link berikut https://wa.me/6281293185185
3. Proses Running HPLC

Gambar 4. Sesi penjelasan dan running HPLC bersama Ibu Rosydiati, M.Si.
Kegiatan ini dimulai dengan memastikan sistem dan fase gerak sudah siap, kolom terpasang dengan benar, lalu alat dijalankan hingga kondisi stabil atau equilibration tercapai. Setelah itu, metode analisis diatur, sampel atau standar diinjeksi ke sistem, dan aliran fase gerak mendorong analit melewati kolom untuk dipisahkan berdasarkan interaksi dengan fase diam. Standar Tochoperol dan Tochotrienol yang di gunakan saat workshop dari brand Solarbio dengan No Cat. ST9140 D-γ-Tocopherol, HPLC≥98% CAS:54-28-4 size 30mg dan No Cat. ST8650 D-γ-Tocotrienol, HPLC≥98% CAS: 14101-61-2 Size 30mg.
Selama proses analisis, tekanan sistem dan kromatogram dipantau secara berkala untuk memastikan proses pemisahan berlangsung dengan baik. Bentuk puncak (peak) yang dihasilkan juga perlu diperhatikan karena dapat mencerminkan kualitas pemisahan. Puncak yang ideal umumnya berbentuk simetris dan tajam, sedangkan munculnya peak tailing, fronting, split peak, atau ghost peak dapat mengindikasikan adanya permasalahan pada sampel, fase gerak, kolom, maupun kondisi instrumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan waktu retensi (retention time) dan luas puncak (peak area). Setelah analisis selesai, sistem dibersihkan atau dilakukan proses flushing untuk menjaga kebersihan serta kinerja kolom dan instrumen sehingga tetap optimal untuk analisis selanjutnya.
4. Ekspresi Hasil

Gambar 5. Diskusi dan pengolahan data hasil HPLC dibantu oleh Pak Aquila Kafka, S. T
Peserta bersama-sama mempelajari cara mengolah data yang diperoleh dari hasil running HPLC. Untuk mengekspresikan hasil Tocotrienol dan Tocopherol yang terkandung dalam sampel beras dan kedelai ke bentuk angka, dapat di gunakan rumus berikut :

Keterangan :
| = konsentrasi, dalam mikrogram per mililiter, γ-tocopherol dalam larutan standar | |
| = rata-rata luas puncak yang diperoleh untuk standar γ-tocopherol | |
| = rata-rata luas puncak yang diperoleh untuk α-tocopherol dalam sampel uji | |
| = massa, dalam gram, dari sampel uji | |
| = volume larutan uji yang disiapkan (= 1 ml) |
Berikut merupakan contoh kromatogram dari kolom yang di gunakan:
