Sel CHO (Chinese Hamster Ovary) untuk Produksi Protein Terapeutik dan Antibodi Monoklonal: Teknologi, Proses, dan Reagen Pendukung

Sel CHO (Chinese Hamster Ovary) untuk Produksi Protein Terapeutik dan Antibodi Monoklonal: Teknologi, Proses, dan Reagen Pendukung

Sel CHO (Chinese Hamster Ovary) untuk Produksi Protein Terapeutik dan Antibodi Monoklonal

A. Mengenal Sel CHO dalam Bioproduksi Modern dan Keunggulannya

Gambar 1. Chinese Hamster Ovary (CHO) Cell Line

Gambar 1. Chinese Hamster Ovary (CHO) Cell Line

Sel Chinese Hamster Ovary (CHO) merupakan sel mamalia yang kerap digunakan untuk pembuatan antibodi monoklonal (mAb) dan protein terapeutik. Saat ini, terdapat 7 dari 10 obat biologis terlaris yang diproduksi menggunakan sel CHO. Dibalik larisnya obat biologi dari sel CHO, terdapat hasil produksi yang rendah dan tingginya biaya produksi. Namun, terdapat kelebihan dari sel CHO yang menjadikan alasan para produsen terus memproduksi dan mengembangkan produk-produk biologis dari sel CHO. Berikut merupakan keunggulan dari sel CHO:

  1. Sel CHO memiliki kemampuan untuk tumbuh dalam kultur suspensi bebas serum dengan konsentrasi sel yang tinggi. Hal ini akan lebih cocok untuk kultur skala besar dalam bioreaktor. Kultur fed-batch dijalankan dengan konsentrasi sel maksimum 10-15 juta sel/mL.
  2. Produktivitas spesifik sel mamalia yang rendah dapat diatasi melalui amplifikasi gen dalam sel CHO.
  3. Kualitas glikoprotein yang berasal dari sel CHO kompatibel dengan manusia dan memiliki modifikasi pasca-translasi yang diinginkan, termasuk glikosilasi. Urutan genom CHO menunjukkan bahwa sekitar 99% gen manusia yang terikat dengan sintesis glikan merupakan homolog dari genom CHO. Sehingga, kualitas glikoprotein dari sel CHO tidak berpengaruh pada aktivitas fungsional dan waktu paruh sirkulasi in vivo, serta tidak memicu respon imun yang tidak diinginkan.
  4. Mampu menahan infeksi virus manusia menjadikan CHO sebagai inang produksi yang aman. Hal ini karena sebagian besar gen yang bertanggung jawab atas masuknya virus, seperti molekul adhesi permukaan sel atau protein membran plasma yang terlibat dalam pengenalan virus, tidak diekspresikan dalam sel CHO.

B. Produk yang Dihasilkan Menggunakan Sel CHO

Hingga saat ini banyak produk yang dihasilkan menggunakan sel CHO. Produk tersebut antara lain antibodi monoklonal (mAb) dan protein terapeutik. Berikut contoh produk dari sel CHO dapat dilihat secara rinci pada Tabel 1.

Tabel 1. Produk yang Dihasilkan Menggunakan Sel CHO

Produk Sistem Ekspresi
α-galactosidase A Sel CHO
The extracellular CD2-binding portion of the human leukocyte function antigen-3 (LFA-3) linked to the Fc portion of human IgG1 Sel CHO
Acid glucosidase Sel CHO
Tissue plasminogen activator Sel CHO
Factor VIII Sel CHO
Chorionic Ginadotropin Sel CHO
Engineered erythropoietin with 2 extra N-glycans (long-acting) Sel CHO
Bone morphogenic protein 2 (BMP-2) Sel CHO
Deoxyribonuclease I Sel CHO
Erythropoietin Sel CHO
A dimeric fusion protein consisting of the extracellular ligand-binding portion of the human 75 kilodalton (p75) tumor necrosis factor receptor (TNFR) linked to the Fc portion of human IgG1 Sel CHO
Antihemophilic Factor Sel CHO
Factor IX Sel CHO
Follicle-stimulating hormone Sel CHO
N-acetylgalactosamine 4 sulfatase (Arylsulfatase B) Sel CHO
Human hyaluronidase Sel CHO
β-glucocerebrosidase Sel CHO
Interferon beta Sel CHO
α-L-iduronidase Sel CHO
Granulocyte colony stimulating factor (G-CSF) Sel CHO
Luteinizing hormone Sel CHO
Factor VIII with residues744-1637of the B domain deleted Sel CHO
Factor VIII Sel CHO
Osteogenic protein 1 (BMP-7) Sel CHO
Engineered version of tissue plasminogen activator (t-PA) Sel CHO
Thyroid stimulating hormone Sel CHO
Rituximab (Rituxan™)

Indikasi: Chronic lymphocytic leukemia

Sel CHO
Trastuzumab (Herceptin™)

Indikasi: Breast cancer

Sel CHO
Alemtuzumab (Campath™)

Indikasi: Chronic lymphocytic leukemia

Sel CHO
Omalizumab (Xolair™)

Indikasi: Allergic asthma

Sel CHO
Bevacizumab (Avastin™)

Indikasi: Colorectal cancer

Sel CHO
Panitumumab (Vectibix™)

Indikasi: Colorectal cancer

Sel CHO
Tocilizumab (Actemra™)

Indikasi: Rheumatoid arthritis

Sel CHO

C. Tahapan Produksi Protein Rekombinan Menggunakan Sel CHO

Gambar 2. Prosedur Pengembangan CHO Cell Line

Gambar 2. Prosedur Pengembangan CHO Cell Line

Proses pengembangan CHO cell line rekombinan mencakup kloning transgenik dan konstruksi vektor, transfeksi dan penyaringan bank sel, penyaringan klon sel stabil, ekspansi klon sel, pembentukan bank sel, serta optimasi proses kultur. Inang CHO DXB11 (dhfr+/li), CHO DG44 (dhfr) dan CHO-GS-/- (CHO-K1SV) telah  dihasilkan untuk membuat seleksi klon menjadi lebih mudah dan cepat dengan memanfaatkan penanda metabolik, yaitu sistem seleksi berbasis metotreksat (MTX) yang menggunakan sistem seleksi yang dimediasi oleh dihidrofolat reduktase, serta sistem seleksi berbasis methionine sulfoximine (MSX) yang dimediasi oleh glutamin sintetase. Pada saat yang sama, seleksi MTX berfungsi sebagai sistem amplifikasi gen, yang memungkinkan hasil produk yang tinggi. Klon sel dengan titer protein rekombinan yang tinggi dipilih untuk ekspansi progresif sebelum penyimpanan sel dan evaluasi klon lebih lanjut.

Gambar 3. Teknologi Rekayasa Vektor Ekspresi untuk Produksi Protein Rekombinan

Gambar 3. Teknologi Rekayasa Vektor Ekspresi untuk Produksi Protein Rekombinan

  1. Penurunan ekspresi penanda seleksi meningkatkan keketatan seleksi, sehingga akan meningkatkan probabilitas isolasi klon sel dengan produktivitas tinggi dari gen rekombinan yang menjadi sasaran (GOI/Gene of Interest).
  2. Internal ribosome entry site (IRES) digunakan untuk menghubungkan ekspresi beberapa gen. Penempatan gen penanda seleksi di hilir gen yang diinginkan memastikan bahwa ekspresi penanda seleksi bergantung pada transkripsi GOI.
  3. Matrix attachment regions (MARs) yang mengapit gen yang menjadi sasaran mendorong ekspresi gen melalui pembentukan loop kromatin. Dimana untuk mempertahankan struktur kromatin yang aktif secara transkripsional.
  4. Ubiquitous chromatin opening elements (UCOEs) mengapit gen yang menjadi sasaran meningkatkan ekspresi gen dengan mempertahankan kromatin dalam konfigurasi “terbuka”.
  5. Contoh rekombinasi spesifik situs yang diilustrasikan menggunakan integrase λ mutan untuk mengintegrasi cassette ekspresi ke dalam genom. Rekombinasi ini bersifat irreversible karena urutan target attP dan attB berubah menjadi situs attR dan attL setelah terjadi rekombinasi.

Selanjutnya perlu dilakukan rekayasa sel untuk meningkatkan kepadatan maksimum sel yang hidup, perpanjangan umur kultur sel, dan percepatan laju pertumbuhan spesifik. Akibat integrasi acak gen asing dan gangguan genom, klon sel yang diperoleh selama pengembangan CHO cell line bersifat sangat heterogen. Oleh karena itu, penyaringan sejumlah besar klon sel diperlukan untuk mengisolasi klon dengan produksi tinggi. Terdapat 3 teknologi yang dapat digunakan untuk sorting klon sel, yaitu:

  1. Fluorescence-Activated Cell Sorting (FACS)-Based Screening
  2. ClonePix
  3. Cell XpressTM

Klon terpilih kemudian dikembangkan menjadi cell bank untuk menjaga konsistensi produksi.

Gambar 4. Kultur fed-batch pada sel CHO. Gen yang menjadi sasaran (GOI) dimasukkan ke dalam sel CHO melalui transfeksi. Sel CHO yang positif digunakan untuk kultur dalam labu pengocok. Selanjutnya, sel CHO dan medium tambahan dimasukkan ke dalam bioreaktor. Dalam mode kultur fed-batch, nutrisi dipantau dan dikendalikan untuk mencapai hasil dan kualitas RTP. Produksi RTP ditunjukkan oleh sistem fed-batch.

Gambar 4. Kultur fed-batch pada sel CHO. Gen yang menjadi sasaran (GOI) dimasukkan ke dalam sel CHO melalui transfeksi. Sel CHO yang positif digunakan untuk kultur dalam labu pengocok. Selanjutnya, sel CHO dan medium tambahan dimasukkan ke dalam bioreaktor. Dalam mode kultur fed-batch, nutrisi dipantau dan dikendalikan untuk mencapai hasil dan kualitas RTP. Produksi RTP ditunjukkan oleh sistem fed-batch.

 

Gambar 5. Diagram alur proses pemurnian pada platform mAb yang umum. Kromatografi penyempurnaan dapat menggunakan kolom pertukaran ion, membran, atau kolom mode campuran

Gambar 5. Diagram alur proses pemurnian pada platform mAb yang umum. Kromatografi penyempurnaan dapat menggunakan kolom pertukaran ion, membran, atau kolom mode campuran

Pemilihan strategi pemurnian akan bergantung pada sifat-sifat spesifik sampel dan tingkat kemurnian yang dibutuhkan. Karena sifat-sifat protein yang sangat bervariasi, strategi pemurnian akhir yang paling sesuai untuk satu protein mungkin tidak cocok untuk protein lainnya. Kombinasi langkah-langkah kromatografi yang logis biasanya dapat mencapai tujuan akhir pemurnian protein.

D. Produk dan Reagen Pendukung Riset Sel CHO

INDOGEN dapat membantu menyuplai reagen yang Anda butuhkan untuk riset terkait produk protein rekombinan dari sel CHO. Berikut merupakan daftar produk yang berkaitan dengan riset sel CHO.

Tabel 2. Daftar Produk yang Berkaitan dengan Riset sel CHO.

Nomor Katalog Deskripsi Ukuran
CellVerse
iCell-c003 Hamster Ovary Cells CHO vials
iCell-c004 CHO-KI Chinese Hamster Ovary Cell Ki Subcloning vials
iCell-c005 CHO-K1 Chinese Hamster Ovary Cells Sub-Clone K1 vials
iCell-C003-001b Culture Medium for CHO 500 mL

125 mL

iCell-C004-001b Culture Medium for CHO-KI 500 mL

125 mL

iCell-C005-001b Culture Medium for CHO-K1 500 mL

125 mL

Elabscience
CM-0061 CHO Cell Complete Medium 125mL×4
SF2001 CHO Serum-Free Basal Medium 500 mL
SF2003 CHO Serum-Free Feed B 10 mL
SF2002 CHO Serum-Free Feed A 100 mL
CM-0062 CHO-K1 Cell Complete Medium 125mL×4
CM-1090 CHO-K1-GFP Cell Complete Medium 125mL×4
CM-1199 CHO-K1-LUC Cell Complete Medium 125mL×4
CM-0488 CHO/dhFr- [CHO-DXB11] Cell Complete Medium 125mL×4
164418 Mergene1000® CHO-K1 Cell-Specific DNA Transfection Reagent 100 μL

1 mL

0.5 mL

164428 Mergene1000® CHO-K1 Cell-Specific mRNA Transfection Reagent 100 μL

1 mL

0.5 mL

PB180225 0.25% Trypsin Solution, with EDTA, dissolved in PBS 500 mL

125 mL

abmGood
T8487 CHO-F vial
TM098 Serum-Free CHO Media 500 mL
TM078 CryoGuard™ Freezing Media 50 mL
G4000 Susfectin™ Transfection Reagent 1.0 mL
G2500 DNAfectin™ Plus Transfection Reagent 1.0 mL

Untuk pertanyaan produk dan stock lebih lanjut Bapak/Ibu dapat menghubungi kontak yang tertera pada laman website Indogen berikut. Terima kasih.

Artikel Terkait:

  1. Protein Rekombinan dan Sistem Ekspresinya Bagian 1 : Pendahuluan, Prinsip Kerja dan Komponen Kunci
  2. Protein Rekombinan dan Sistem Ekspresinya Bagian 2 : Kenali 4 sistem Ekspresinya! – PT Indogen Intertama
  3. Protein Rekombinan dan Sistem Ekspresinya Bagian 3 : Aplikasi dan Produk Riset Sistem Ekspresi – PT Indogen Intertama

Referensi:

  1. Development of recombinant Chinese hamster ovary cell lines for therapeutic protein production – ScienceDirect
  2. Creation of monoclonal antibody expressing CHO cell lines grown with sodium butyrate and characterization of resulting antibody glycosylation – ScienceDirect
  3. Carbohydrate analysis throughout the development of a protein therapeutic
  4. Cell culture processes for monoclonal antibody production
  5. Advances in Mammalian Cell Line Development Technologies for Recombinant Protein Production
  6. Progress in fed-batch culture for recombinant protein production in CHO cells
  7. Industrial Production of Therapeutic Proteins: Cell Lines, Cell Culture, and Purification